NATUNA (SK) — Panen cengkeh tahun ini dinilai menurun drastis dibanding tahun sebelumnya. Penurunan itu diperkirakan mencapai 75 %.
Salah seorang petani cengkeh di Desa Serantas, Burhan, mengatakan hasil panen cengkeh tahun ini menurun drastis dibanding tahun lalu.
“Tahun ini sangat jauh merosot, bahkan ada pohon yang tidak berbunga. Dua tahun lalu bunga cengkeh lumayan lebat, penuh di semua pohon. Setelah itu dua tahun berturut-turut, termasuk tahun ini hampir sama sekali tidak panen,” kata Burhan, saat dihubungi melalui Handphone-nya, Minggu, (29/01/2017).
Meski begitu, pria yang juga berprofesi sebagai nelayan ini sangat bersyukur atas hasil panen yang didapat musim ini. Meski hasil panen menurun, namun dirinya merasa terbantu bisa menutupi biaya hidup sehari-hari dari hasil panen tersebut.
Mengingat iklim saat ini sedang kondisi tidak baik, angin kencang, gelombang tinggi, dan arus laut deras, sehingga para nelayan tidak bisa melaut.
Menurutnya, menurunnya hasil panen tahun ini, dikarenakan iklim yang kurang bersahabat dan sering tak menentu, sehingga pembuahan bunga cengkeh tidak maksimal.
Terkait prediksi panen cengkeh pada tahun 2018 nanti, Burhan mengaku tidak dapat memastikan karena iklim saat ini tidak menentu.
“Dengan musim hujan yang cukup panjang dan iklim yang tidak menentu, mudah-mudahan tidak terlalu mempengaruhi proses pembuahan cengkeh, sehingga panen cengkeh pada tahun 2018 nanti bisa lebih baik,” harapnya. (SK-Nard)








