Operasi Patuh Dimulai, Langgar Lalin “SANKSINYA DI TILANG”

oleh
Kapolres Gresik, AKBP Boro Windu Danandito, saat menyematkan pita tanda dimulainya Operasi Patuh Semeru 2017. (Foto : Muhammad Is)

SIJORIKEPRI.COM, JAWA TIMUR — Operasi Patuh Semeru 2017, resmi dimulai oleh Polres Gresik, setelah gelar pasukan yang berlangsung di Terminal Bunder, Selasa (09/05/2017). Razia digelar selama 2 minggu, dengan penekanan pada kegiatan penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas.

“Operasi Patuh kali ini adalah penegakan hukum disertai kegiatan preemtif dan preventif,” ujar Kapolres Gresik, AKBP Boro Windu Danandito, dalam sambutannya saat memimpin apel gelar pasukan Operasi Patuh 2017.

Dikatakan Windu, operasi dengan sandi “Operasi Patuh Semeru 2017” ini, digelar selama 2 pekan, mulai Selasa 9 hingga 22 Mei 2017.

Operasi ini juga dilaksanakan dalam rangka mewujudkan keamanan, keselamatan, dan ketertiban lalu lintas dalam rangka menghadapi Ramadhan dan Idul Fitri.

BACA JUGA :  Razia di Bintan Centre “PENGENDARA BERUSAHA KABUR”

Olehnya, sesuai dengan sandinya, operasi lebih mengedepankan penindakan penegakan hukum berupa tilang terhadap pelanggar lalu lintas. Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas, sekaligus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Setelah operasi ini dilaksanakan, baru kita lihat apakah sukses atau tidak. Dan itu dilihat dari jumlah pelanggaran. Jika turun, maka sukses,” ungkapnya.

Ditambahkan Windu, sasaran operasi adalah segala potensi gangguan, dan gangguan nyata sebelum dan sesudah operasi. Segala jenis pelanggaran yang sifatnya membahayakan keselamatan nyawa akan ditindak tegas dalam operasi ini.

Kasatlantas Polres Gresik, AKP Anggi Saputra, mengakui, bahwa operasi ini pihaknya melibatkan personel Polantas, Dinas Perhubungan (Dishub) Gresik, dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Kodim 0817/Gresik, serta Subden POM AD.

BACA JUGA :  Enam Warga Tanpa Identitas Terjerat Razia

Operasi ini lanjut Anggi, nantinya digelar diseluruh wilayah Polsek di Gresik. Sehingga disiplin berlalulintas betul-betul bisa menjadi budaya masyarakat. Bayangkan, April – Mei ini angka lakalantas di Gresik naik 30 persen dan yang meninggal naik sekitar 20 persen. Dari hasil analisa dan evaluasi pihaknya sebut Anggi, ini disebabkan kelalaian sopir akibat kurangnya disiplin di jalam raya.

Kesempatan ini, ia menghimbau, agar seluruh pengendara mematuhi peraturan lalu lintas yang tertuang dalam Undang-Undang No 22 Tahun 2009, tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). (SK-MUH)

Kontributor : Jawa Timur

 

Shares

No More Posts Available.

No more pages to load.