– Yang Mengaku Panglima FPI
TANJUNGPINANG (SK) — Panglima Daerah (Pengda) FPI, Ustad Umar Ade Bagus, mengatakan, dirinya baru tahu setelah dikabari anggotanya dan juga merasa kaget, terkait pemberitaan tentang Jamaah Ahmadiyah yang akan di serang oleh FPI dan Said Kadir, yang hadir di Masjid Baitul Awal, Toapaya, Bintan, mengaku sebagai Panglima FPI.
“Kami tidak kenal Said Kadir. Tujuan kemari ni lah untuk klarifikasi seperti itu, kita tahunya semalam, anak-anak telepon saya, Pangda, antum sudah baca koran belum. Saya beli koran dan lihat, saya kaget juga,” kata Ustad Umar, dalam keterangan pers, di kediamannya, Jalan Kuantan, Gang Agung, RT 02/RW09, No 21, Kelurahan Sei Jang, Tanjungpinang, Minggu, (14/02/2016).
Selain itu, Umar juga mengatakan, pihaknya mengatas namakan FPI, telah melaporkan hal ini (Said Kadir, Red) ke pihak kepolisian, karena telah mengaku dari FPI, dengan pembicaraanya tentang Ahmadiyah. Ia juga menambahkan, bahwa anggota LPI adalah Anggota FPI dan setiap anggotannya memiliki kartu.
“LPI adalah Laskar FPI yang di bentuk dan dijalankan oleh FPI. FPI ada Lima sayap laskar dan LPI adalah salah satunya,” ungkap Umar.
(Foto : Efendi Abidin)
Kata Umar lagi, ini baru satu sayap yang ada, mengapa Said Kadir bisa mengaku dari FPI, tetapi setelah duduk bertemu dirinya tidak mengenal siapa Said Kadir.
Wali (ketua) Laskar FPI, Muharram, juga mempertanyakan ke absahan Panglima FPI, Said Kadir, dan menyatakan tidak mengenal Said Kadir. Muharram pun menceritakan kronologis kejadian rencana penyerangan Jamaah Ahmadiyah di KM 16, sampai tahu ada pemberitaan tentang Said kadir, yang mengaku sebagai Panglima FPI di Koran.
“Memang awalnya kita tahu, seminggu sebelum Jumat, minggu lalu, kita sholat di Masjid yang dekat SPBU. Ada warga yang melaporkan, kalau di daerah dia ada Jamaah Ahmadiyah. Senin dan Selasa kita lihat, memang ada Masjid Ahmadiyah. Kita udah ketemu RT dan RW, hari Jumat kita ada niat untuk melakukan aksi, cuman di lakukan habis ba’da Jumat. Entah mengapa sebelum Jumat, Pak Kapolres Bintan menuju kemari. Di situ ada Kasat Intel Bintan dan dari Polda pun ada, beliau meminta kami untuk tenang dan melakukan mediasi dan itu kami terima,” ungkap Muharram.
Kedepannya, Pihak FPI telah sepakat untuk menahan diri sampai dengan dilaksanakan pelantikan Bupati Bintan Definitif. Hal ini untuk menghindari terjadinya penyimpangan akidah, atau ajaran Islam yang dilakukan oleh Ahmadiyah.
“Akan dilakukan pembicaraan setelah Bupati dan Wakil Bupati Bintan di lantik,” pungkasnya. (SK-EA)
BACA JUGA :
Polres Bintan Amankan Jamaah Masjid Baitul Awal








