Pembangunan Gedung LAM Lingga Terbengkalai

oleh

LINGGA (SK) — Pembangunan Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) oleh Pemerintah Provinsi Kepri, pada Tahun 2014 lalu, hingga kini masih terbengkalai, jika dilihat dari luar gedung ini sepertinya telah selesai, namun, selain tidak terlihat adanya ornamen lambang kebesaran melayu, berbagai fasilitas pendukung lainnya, seperti, Musholla dan kamar mandi juga tidak terlihat pada proyek sebesar Rp 2,328 Milliar tersebut.

Untuk itulah, Ketua 1 LAM Lingga, M Ishak, pertanyakan komitmen Pemprov Kepri untuk mendukung upaya Kabupaten Lingga, melestarikan budaya melayu sebagai Negeri Bunda Tanah Melayu.

“Saya sendiri tidak tahu apa yang menjadi persoalan hingga pembangunan Gedung LAM ini terkesan terbengkalai,” ucap Ishak, kepada awak media, Kamis (18/2/2016).

Berdasarkan hal tersebut, Ishak mengaku kalau pihaknya telah menyampaikan kepada Penjabat Bupati Lingga, Edi Irawan, untuk menyurati Gubernur Kepri, guna mempertanyakan kelanjutan pembangunan Gedung LAM.

“Edi Irawan, telah menyurati Gubernur Kepri, namun, hingga saat ini belum ada informasi dari Pemprov Kepri,” terangnya.

Kita berharap gedung LAM yang dibangun di komplek Istana Damnah ini dapat segera difungsikan, kata Ishak, jika telah difungsikan gedung dan ornamen bangunan dapat menjadi simbol kebesaran Kabupaten Lingga yang dikenal sebagai Bunda Tanah Melayu.

“Kita sangat berharap untuk artistiknya nanti, dapat mengacu pada filosofi adat Melayu,” paparnya.

Dari data yang diperoleh dari sumber, pembangunan Gedung LAM Lingga bersumber dari APBD Provinsi Kepri Tahun 2014, dengan nilai kontak Rp 2,328,002,000,00 dengan pelaksana kegiatan PT Bintang Utama Teknik dan pengawas, CV Tunjuk Satu Konsultan. (SK-Pus)

Gedung LAM Lingga yang di Pemprov Kepri Tahun 2014<br/> (Foto: Puspandito)
Gedung LAM Lingga yang di Pemprov Kepri Tahun 2014 (Foto: Puspandito)
Shares

No More Posts Available.

No more pages to load.