TANJUNGPINANG (SK) — Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) akan melakukan hal yang menjadi pokok kerja mereka dan Pemerintah Indonesia di tahun 2016 ini. Hal tersebut dikatakan Ketua KPPU Republik Indonesia, Sarkawi, di Hotel Aston, Tanjungpinang, Rabu, (17/02/2016).
Titik fokus dimulai, pada daging sapi, karena dia menilai harga daging sapi di Indonesia jauh lebih mahal dari pada di Malaysia.
“Karena saya menilai ada permainan harga antara pelaku usaha yang sengaja memonopoli perdagangan sapi,” ungkap, Sarkawi.
Selain itu menurutnya, terdapat pada komoditi daging ayam, yang dia nilai hampir 60 persen dari Rp 450 terliun masih dikuasai oleh 2 perusahaan besar, sehingga terlihat masih adanya monopoli perdangangan ayam.
“Kami menduga harga ayam yang begitu mahal di Indonesia itu, di sebabkan oleh pelaku-Pelaku usaha tersebut, baik itu dari pakannya, maupun faksinnya. Hal itulah yang kita lagi selidiki sekarang,” tuturnya.
Dikatakan Sarkawi, khusus untuk daerah batam, pihaknya juga akan mendalami terkait dugaan adanya monopoli jasa penyeberangan yang selama ini hanya dikuasai oleh satu pelaku usaha.
“Kita akan selidiki apakah ada permainan antara pembuat peraturan dengan pelaku usaha jasa angkutan laut tersebut,” paparnya.
Selanjutnya, masih di daerah Kepri, pihaknya menilai masih adanya monopoli perdangangan ikan yang juga masih dikuasai oleh satu pelaku usaha.
“Kita selidiki dan kalau memang bersalah, kita akan hukum dengan undang-undang yang berlaku,” ucapnya.
Senada dengan itu, Kepala KPPU Kantor Cabang Batam, Lukman Sungkar, mempertanyakan tentang ketidaktegasan dari pihak, terkait beras impor yang masuk dari pelabuhan tikus.
“Kita pertanyakan dari Bea Cukai, mengenai banyaknya beras impor yang masuk melalui pelabuhan tikus, sehingga kita tidak bisa menghitung berapa beras yang masuk dari pelabuhan tersebut,” ungkap Lukman.
Pihak juga berharap kepada Gubernur Kepri dan Para Kepala Derah yang baru saja dilantik, supaya dapat membantu memberantas mafia perdangangan tersebut. (SK-BA)








