Siswa Keluarkan Rp 5000 Untuk Ke Sekolah

oleh

LINGGA (SK) — Bila melihat keadaan sekolah dan siswa di sekolah-sekolah yang berada Pulau cukup membuat kita merasa miris, karena jauh dari Pusat Pemerintahan dan Pusat Perkotaan berbagai kekurangan yang dimiliki sebuah sekolah luput dari pemantauan, begitu juga dengan siswa yang barada di Pulau, masalah transportasi selalu menjadi masalah buat mereka, dengan rentang kendali di Kabupaten Lingga, antara Daerah satu dan Daerah lain terpisah cukup jauh membuat para siswa harus mengeluarkan biaya ekstra untak bisa sampai di sekolah mereka.

Hal ini juga terjadi kepada 22 siswa Pulau Bukit serta Pulau Nopong, untuk menuju ke sekolah para siswa harus mengeluarkan uang Rp 5 ribu per orang diluar uang jajan mereka, uang tersebut untuk biaya speed per harinya, karena speed merupakan penunjang bagi mereka ke sekolah.

“Speed tersebut belum mendapat subsidi BBM, ini karena imbas dari defisit operasional pendidikan di Kabupaten Lingga yang juga dipangkas,” ujar salah seorang warga Pulau Bukit, Ahad (14/6/2015).

Katanya lagi, Puluhan siswa setiap hari menggunakan pompong untuk pergi ke Pulau Benan, karena Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) berada di Benan, Pulau mereka hanya memiliki Sekolah Dasar (SD) saja, sehingga untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi para siswa harus menyebrang ke Pulau lain.

“Dengan jarak tempuh lebih kurang 40 menit dari Pulau Bukit dan Pulau Nopong untuk sampai di Pulau Benan,” imbuhnya. (SK-Pus)

LIPUTAN LINGGA : PUSPADINTO
EDITOR : DEDI YANTO

Pelabuhan Pulau Benan (Photo : Puspadinto)
Pelabuhan Pulau Benan (Photo : Puspadinto)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.