SIJORIKEPRI.COM, DABO SINGKEP — Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Kabupaten Lingga dari Dinas Pendidikan Provinsi Kepri di Dabo Singkep, yang diperutukkan bagi anak penyandang Disabilitas, baru memiliki 3 orang murid.
Tentunya ini menjadi PR bagi pihak-pihak terkait, bagaimana agar masyarakat di Kabupaten Lingga yang memiliki keluarga penyandang Disabilitas, bisa menyekolahkan anak-anak mereka di SLB ini. Diharapkan, dengan gedung SLB yang baru nanti, jumlah muridnya akan bertambah.
Pemilik bangunan yang digunakan untuk SLB sementara tersebut, ketika ditemui mengatakan, SLB ini sudah satu minggu ini dibuka. Kegiatan jam belajar dilaksanakan pada pukul, 08.00 hingga 10.00 WIB, tapi SLB ini baru memiliki 3 murid serta satu tenaga pengajar. Bagi masyarakat yang memiliki keluarga penyandang Disabilitas, bisa mengambil formulir untuk di masukkan di SLB ini.
Gedung sekolah yang dipakai untuk SLB yang sekarang ini, hanya untuk sementara, menunggu pembangunan gedung SLB yang baru selesai. Saat ini, gedung baru tersebut pengerjaannya sudah mencapai 80 persen.
“Kalau yang mengambil formolir 5 murid, hanya yang satu belum mengantar formulir, dan satu lagi meski telah mengantar formulir namun belum masuk. Jadi, baru 3 anak yang masuk untuk belajar di SLB ini,” ungkapnya, ketika ditemui, Rabu, (20/09/2017).
Pada pemberitaan sebelumnya, Forum Komunikasi Keluarga Anak Dengan Kecacatan (FKKADK), telah menggelar Pelatihan Pendekatan Fisio Terapi Terkini, untuk tumbuh kembang anak penyandang Disabilitas Cerebral Palsi, di Gedung Sapta Pesona.
Ketua FKKADK, H. Ruhayah Harun, saat itu mengatakan, dilakukannya kegiatan tersebut dengan tujuan untuk memaksimalkan peran keluarga dan masyarakat dalam melaksanakan pelayanan terhadap anak-anak penyandang Disabilitas, yang melibatkan peran keluarga dan masyarakat.
Ia juga berharap, adanya SLB untuk anak-anak penyandang Disabilitas di Kabupaten Lingga, karena di Kabupaten Lingga anak Disabilitas berjumlah 162 orang, yang tersebar diberbagai daerah di Lingga. (SK-Pus)








