TANJUNG PINANG – Kesedihan mendalam menyelimuti keluarga Alfiansyah, bocah berusia 12 tahun yang ditemukan tewas tenggelam di bekas galian tambang di Jalan Panglima Dompak, Kota Tanjung Pinang, Jumat (24/01/2025) sore. Tangis keluarga pecah saat jasad korban ditemukan oleh tim SAR sekira pukul 17.55 WIB.
Korban ditemukan di kedalaman 2,30 meter setelah tim SAR melakukan pencarian intensif. Jenazah Alfiansyah langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raja Ahmad Tabib untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kepala Kantor SAR Tanjung Pinang, Fazzli, melalu Ketua Tim Pencarian Basarnas Tanjung Pinang, Harminto, menjelaskan bahwa proses pencarian sempat terkendala akibat lumpur yang tebal di dalam kubangan bekas tambang tersebut.
“Airnya keruh dengan lumpur yang mencapai 30-40 cm, membuat jarak pandang pendek. Kemungkinan korban tersangkut di lumpur itu,” ungkap Harminto.
Rekan-rekan korban yang turut bermain di sekitar lokasi kejadian mengatakan, mereka sempat bermain di tepi kubangan sebelum akhirnya korban bergerak ke tengah dan tiba-tiba menghilang.
“Kami awalnya main di tepi, tapi dia ke tengah. Setelah itu, kami tidak melihat dia muncul lagi,” ujar salah satu teman korban.
Tim pencari terdiri dari lima orang rescuer Kansar Tanjung Pinang menggunakan perahu karet dan mobil rescue menuju lokasi kejadian. Setelah beberapa jam pencarian, jasad korban berhasil ditemukan di tengah kubangan bekas tambang.
Tragedi ini mengundang perhatian warga setempat, mengingat lokasi bekas tambang sering kali menjadi ancaman bagi keselamatan masyarakat, khususnya anak-anak. Keluarga korban berharap pihak berwenang dapat mengambil tindakan agar kejadian serupa tidak terulang lagi. ***
















