GESER UNTUK BACA BERITA
TANJUNG PINANG

FKPT Kepri: Kesadaran akan Keberagaman Jadi Kunci Menekan Potensi Radikalisme

×

FKPT Kepri: Kesadaran akan Keberagaman Jadi Kunci Menekan Potensi Radikalisme

Sebarkan artikel ini
FKPT Kepri: Kesadaran akan Keberagaman Jadi Kunci Menekan Potensi Radikalisme
FKPT Kepri: Kesadaran akan Keberagaman Jadi Kunci Menekan Potensi Radikalisme. (Foto : Kominfo Kepri)

TANJUNGPINANG – Upaya mencegah radikalisme tidak hanya bergantung pada program pemerintah atau penegakan hukum. Kesadaran masyarakat untuk menerima dan menghargai keberagaman justru dinilai menjadi fondasi paling penting dalam memperkuat ketahanan sosial.

Pesan itu mengemuka dalam kegiatan Internalisasi Hasil Survei Indeks Potensi Radikalisme (IPR) Tahun 2025 yang diselenggarakan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kepulauan Riau melalui rangkaian Kajian Senin Kamis (KSK) Tahun 2026 pada Kamis, 18 Juni 2026.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Peneliti FKPT Kepulauan Riau, Dr H Muhammad Zaenuddin S.Si M.Sc, menilai tantangan utama dalam pencegahan radikalisme saat ini adalah memperkuat kesadaran masyarakat terhadap keberagaman yang ada di tengah kehidupan sehari-hari.

Menurut Zaenuddin, masyarakat perlu memahami bahwa perbedaan suku, agama, budaya, maupun latar belakang merupakan hal yang wajar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

β€œInti yang perlu diperkuat adalah kesadaran akan keberagaman. Masyarakat harus memahami bahwa perbedaan suku, agama, dan latar belakang adalah hal yang wajar. Toleransi dan saling menghargai perbedaan menjadi kunci agar potensi radikalisme dapat diminimalkan,” jelas Zaenuddin.

Ia menjelaskan, pencegahan radikalisme tidak cukup hanya dilakukan ketika gejala mulai muncul. Upaya tersebut harus dibangun sejak awal melalui penguatan nilai-nilai toleransi dalam kehidupan masyarakat.

Dalam penelitian yang dilakukan FKPT Kepulauan Riau, aspek kehidupan sosial masyarakat menjadi salah satu perhatian penting untuk memahami berbagai faktor yang dapat memengaruhi munculnya potensi radikalisme.

Zaenuddin juga menjelaskan bahwa survei tidak hanya memetakan potensi radikalisme, tetapi turut mengukur tingkat pengenalan masyarakat terhadap BNPT dan FKPT serta perilaku masyarakat dalam mengakses konten keagamaan di ruang digital.

Penelitian tersebut melibatkan 350 responden yang berasal dari Kota Batam, Kota Tanjungpinang, dan Kabupaten Bintan melalui metode wawancara tatap muka langsung.

Melalui penguatan toleransi dan sikap saling menghormati, FKPT Kepulauan Riau berharap masyarakat semakin memiliki ketahanan terhadap berbagai paham yang berpotensi memecah belah kehidupan sosial. Kesadaran terhadap keberagaman dinilai menjadi modal penting untuk menjaga harmoni di tengah masyarakat yang majemuk seperti Kepulauan Riau. ***

banner 200x200
Preferensi Sumber
banner 482x100