GESER UNTUK BACA BERITA
TANJUNG PINANG

BNPT Soroti Perempuan dan Generasi Muda sebagai Kelompok Rentan Terpapar Radikalisme di Kepri

×

BNPT Soroti Perempuan dan Generasi Muda sebagai Kelompok Rentan Terpapar Radikalisme di Kepri

Sebarkan artikel ini
BNPT Soroti Perempuan dan Generasi Muda sebagai Kelompok Rentan Terpapar Radikalisme di Kepri
BNPT Soroti Perempuan dan Generasi Muda sebagai Kelompok Rentan Terpapar Radikalisme di Kepri. (Foto : Kominfo Kepri)

TANJUNGPINANG – Di tengah tren Indeks Potensi Radikalisme (IPR) Kepulauan Riau (Kepri) yang relatif terkendali, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengingatkan masih adanya kelompok masyarakat yang memerlukan perhatian khusus dalam upaya pencegahan radikalisme.

Kelompok tersebut adalah perempuan, generasi muda, serta masyarakat yang aktif berinteraksi di ruang digital. Mereka dinilai menjadi kelompok rentan yang perlu diperkuat melalui berbagai pendekatan edukasi dan pendampingan.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Hal itu disampaikan Anggota Tim Reviu Survei IPR 2025, Lilik Purwandi, dalam kegiatan Internalisasi Hasil Survei Indeks Potensi Radikalisme Tahun 2025 yang digelar BNPT bersama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kepulauan Riau melalui rangkaian Kajian Senin Kamis (KSK) Tahun 2026 pada Kamis, 18 Juni 2026.

Menurut Lilik, tren IPR Kepulauan Riau memang menunjukkan kondisi yang relatif terkendali. Namun demikian, hasil survei masih menemukan adanya kelompok rentan yang perlu mendapatkan perhatian bersama.

“Namun demikian, masih terdapat kelompok rentan yang perlu mendapatkan perhatian bersama, terutama perempuan, generasi muda, dan kelompok yang aktif di ruang digital,” kata Lilik Purwandi.

Ia menjelaskan bahwa upaya pencegahan tidak cukup hanya dilakukan melalui pendekatan keamanan. Penguatan nilai kebangsaan, literasi digital, hingga lingkungan keluarga memiliki peran penting dalam membangun daya tahan masyarakat terhadap pengaruh paham radikal.

Menurutnya, kearifan lokal, pola asuh keluarga, wawasan kebangsaan, literasi digital, serta moderasi beragama merupakan faktor yang perlu terus diperkuat agar masyarakat memiliki daya cegah, daya tangkal, dan daya lawan terhadap radikalisme maupun terorisme.

Lilik juga mengingatkan bahwa salah satu pintu masuk utama penyebaran radikalisme adalah berkembangnya sikap eksklusif dan intoleran. Karena itu, berbagai pihak perlu mendorong pemanfaatan ruang digital secara positif sekaligus memperkuat pendidikan toleransi sejak dini.

Ia menilai penguatan wawasan kebangsaan, integrasi nilai toleransi dalam pendidikan, serta pendampingan aktif terhadap generasi muda di lingkungan sekolah dan keluarga menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko penyebaran paham radikal.

Melalui hasil Survei IPR Tahun 2025, BNPT dan FKPT Kepulauan Riau berharap berbagai program pencegahan yang disusun ke depan dapat lebih tepat sasaran. Fokus tidak hanya pada penguatan ketahanan masyarakat secara umum, tetapi juga pada kelompok-kelompok yang dinilai lebih rentan terhadap pengaruh radikalisme di era digital. ***

banner 200x200
Preferensi Sumber
banner 482x100