GESER UNTUK BACA BERITA
TANJUNG PINANG

Realisasi Investasi BBK Melonjak Dua Kali Lipat, Kepri Jadi Magnet Baru Investor

×

Realisasi Investasi BBK Melonjak Dua Kali Lipat, Kepri Jadi Magnet Baru Investor

Sebarkan artikel ini
Realisasi Investasi BBK Melonjak Dua Kali Lipat, Kepri Jadi Magnet Baru Investor
Realisasi Investasi BBK Melonjak Dua Kali Lipat, Kepri Jadi Magnet Baru Investor. (Foto : Ist)

SINGAPURA – Kawasan Free Trade Zone Batam, Bintan, dan Karimun (BBK) kembali menunjukkan daya tariknya sebagai magnet baru bagi investor. Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) menyampaikan bahwa realisasi investasi di kawasan BBK melonjak signifikan dari USD 1,74 miliar pada 2023 menjadi USD 3,26 miliar pada 2024. Lonjakan ini mempertegas posisi Kepri sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi paling kompetitif di Indonesia.

Dalam Joint Investment Promotion Event di Singapura, Selasa (18/11/2025), Gubernur Kepri sekaligus Ketua Dewan Kawasan FTZ BBK, Ansar Ahmad, memaparkan bahwa kenaikan investasi tersebut tidak lepas dari meningkatnya kepercayaan investor terhadap iklim usaha Kepri. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah memberikan pendampingan penuh bagi setiap investor, mulai dari proses perizinan hingga realisasi proyek.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

“Pertumbuhan ekonomi Kepri sangat solid dan menunjukkan kepercayaan besar dari investor. Realisasi investasi yang terus naik memperlihatkan bahwa iklim usaha kita semakin kompetitif dan menarik,” ujar Gubernur Ansar.

Forum investasi yang merupakan bagian dari kerja sama Working Group Batam, Bintan, dan Karimun (WG BBK) ini turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Dubes RI untuk Singapura Suryopratomo, Chairman Singapore Economic Development Board Png Cheong Boo, serta ratusan pelaku usaha dari Singapura.

Dalam kesempatan tersebut, Ansar menegaskan bahwa FTZ BBK memiliki keunggulan strategis yang tidak dimiliki banyak kawasan lain di Indonesia. Kedekatannya dengan Singapura, ditambah karakteristik ekonomi antarwilayah yang saling melengkapi mulai dari industri berat, manufaktur teknologi, pariwisata internasional hingga logistik membuat kawasan BBK menjadi simpul penting rantai pasok regional.

Selain keunggulan lokasi, percepatan regulasi juga menjadi pendorong utama naiknya minat investasi. Pemerintah pusat telah menyederhanakan aturan melalui PP Nomor 28 Tahun 2025, PP Nomor 25 Tahun 2025, serta Perpres Nomor 1 Tahun 2024 dan Perpres Nomor 21 Tahun 2025, yang mempercepat perizinan berbasis risiko dan menghadirkan mekanisme Service Level Agreement (SLA) untuk memastikan layanan yang transparan.

Gubernur Ansar juga menggarisbawahi bahwa sektor-sektor prioritas di Kepri kini semakin diminati, seperti manufaktur hijau, energi terbarukan, pusat data, ekonomi digital, layanan kesehatan, dan logistik. Ia mengajak para investor Singapura untuk memperluas investasi pada sektor masa depan tersebut.

“Keunggulan FTZ BBK bukan hanya pada insentif fiskal dan kemudahan perizinan, tetapi juga integrasi kawasan yang membuatnya menjadi simpul penting rantai pasok regional. Inilah kekuatan yang kami tawarkan kepada para investor,” tegas Ansar.

Kinerja investasi yang terus menguat turut menopang pertumbuhan ekonomi Kepri yang pada triwulan III 2025 mencapai 7,48 persen (yoy), tertinggi di Sumatra dan ketiga tertinggi secara nasional.

Ansar memastikan bahwa pemerintah akan terus menjaga momentum ini melalui asistensi intensif kepada calon investor, termasuk pendampingan sejak tahap awal hingga proyek berjalan.

Dengan semakin kuatnya kerja sama Indonesia–Singapura dan peningkatan regulasi yang mempermudah investasi, Pemprov Kepri optimistis kawasan BBK akan terus menjadi destinasi utama bagi investasi berkualitas yang berdampak pada pembukaan lapangan kerja, percepatan ekonomi, dan peningkatan daya saing daerah. ***

banner 200x200
Preferensi Sumber
banner 482x100