TANJUNGPINANG β Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) menyiapkan Bazar UMKM sebagai salah satu motor penggerak ekonomi masyarakat dalam pelaksanaan Kepri Ramadhan Fair (KURMA) 2026. Rencana tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Pelaksanaan KURMA 2026 yang digelar di Ruang Rapat Sekda Lantai III, Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Tanjungpinang, Senin (2/2/2026).
Rapat dipimpin oleh Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau (Pj Sekda Kepri), Luki Zaiman Prawira, dan dihadiri unsur perangkat daerah, Bank Indonesia Perwakilan Kepulauan Riau, serta lembaga terkait lainnya.
Dalam rapat tersebut, Bazar UMKM dirancang sebagai ruang promosi dan transaksi bagi pelaku usaha lokal, khususnya UMKM berbasis produk halal, kuliner Ramadhan, kriya, dan fesyen muslim yang menjadi ciri khas perhelatan KURMA.
Pj Sekda Kepri Luki Zaiman Prawira menegaskan bahwa keberadaan bazar UMKM bukan hanya pelengkap acara, melainkan bagian penting dari tujuan KURMA untuk memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.
βKURMA harus memberi manfaat langsung. Bazar UMKM ini kita arahkan sebagai ruang ekonomi rakyat, tempat pelaku usaha bisa benar-benar merasakan perputaran ekonomi selama Ramadhan,β ujar Luki.
Dalam pembahasan teknis, rapat merekomendasikan agar lokasi bazar UMKM tetap dipusatkan di kawasan Jalan Merdeka, yang selama ini dinilai strategis dan mudah diakses masyarakat.
Sementara itu, penataan stan, alur pengunjung, serta dukungan fasilitas pendukung akan disusun lebih detail pada rapat teknis lanjutan.
Sekda juga menekankan pentingnya kurasi peserta bazar agar produk yang ditampilkan memiliki kualitas baik, berdaya saing, serta mencerminkan identitas UMKM Kepulauan Riau.
βKita ingin bazar ini tertata rapi, produknya jelas, dan memberi pengalaman nyaman bagi pengunjung. Karena itu, kurasi dan teknis pelaksanaan harus dipersiapkan dengan matang,β tegasnya.
Selain sebagai sarana penjualan, bazar UMKM KURMA 2026 juga direncanakan terintegrasi dengan Pojok Layanan Syariah, sehingga pelaku usaha dapat memperoleh layanan pendampingan, literasi keuangan, serta informasi sertifikasi halal dalam satu kawasan kegiatan.
Pemprov Kepri berharap melalui perencanaan yang matang, Bazar UMKM KURMA 2026 mampu menjadi etalase produk unggulan daerah sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi syariah berbasis UMKM di Kepulauan Riau. ***














