TANJUNGPINANG – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sebanyak 2,7 juta orang pada tahun 2026. Target ambisius ini ditetapkan seiring tren pertumbuhan positif sektor pariwisata Kepri sepanjang tahun 2025 yang berhasil menembus angka dua juta kunjungan wisman.
Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, melalui Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Hasan, menyampaikan bahwa target 2026 tersebut disusun berdasarkan capaian kinerja pariwisata Kepri yang terus menunjukkan peningkatan signifikan dari tahun ke tahun.
“Sepanjang tahun 2025, kunjungan wisatawan mancanegara ke Kepulauan Riau mencapai 2.027.037 orang atau tumbuh sebesar 21,59 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Ini menjadi dasar optimisme kita untuk membidik 2,7 juta wisman pada 2026,” ujar Hasan di Tanjungpinang, Selasa (3/2/2026).
Hasan menjelaskan, untuk mencapai target tersebut, Pemprov Kepri akan fokus pada penguatan promosi pariwisata, peningkatan kualitas destinasi, serta optimalisasi aksesibilitas dan layanan pendukung pariwisata.
Menurutnya, kepercayaan wisatawan terhadap Kepulauan Riau sebagai destinasi unggulan terus menguat, tidak hanya dari wisatawan mancanegara tetapi juga wisatawan nusantara.
“Pertumbuhan kunjungan ini mencerminkan bahwa Kepri semakin dipercaya sebagai tujuan wisata yang aman, nyaman, dan menarik,” jelasnya.
Dalam upaya mendongkrak kunjungan wisman 2026, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau juga mengandalkan penyelenggaraan berbagai event berskala nasional dan internasional.
Hasan menyebutkan, pada tahun 2026 Kepulauan Riau ditetapkan sebagai tuan rumah penyelenggaraan nasional Wonderful Indonesia Wellness oleh Kementerian Pariwisata yang akan digelar di Pulau Bintan, mencakup wilayah Tanjungpinang dan Bintan.
Selain itu, Kepri juga memperoleh dukungan event dari Kementerian Pariwisata melalui program Kharisma Event Nusantara (KEN), seperti Jong Race Festival di Bintan dan Kenduri Seni Melayu di Batam.
Rangkaian event tersebut akan diperkuat dengan kegiatan pendukung seperti Penyengat Heritage serta Kepri International Art & Culture 2026.
Hasan menegaskan, peningkatan target kunjungan wisman bukan semata mengejar angka, tetapi juga untuk memperluas dampak ekonomi bagi masyarakat.
Sepanjang tahun 2025, total pengeluaran wisatawan di Kepulauan Riau tercatat mencapai Rp22,6 triliun, yang menjadi kontribusi besar sektor pariwisata terhadap perekonomian daerah sekaligus devisa negara.
“Dengan target 2,7 juta wisman di 2026 dan dukungan event-event strategis, kami optimistis pariwisata Kepri akan terus tumbuh dan memberikan dampak ekonomi yang semakin luas bagi masyarakat,” tutup Hasan. ***
















