TANJUNGPINANG β Inflasi Provinsi Kepulauan Riau yang berada di angka 3,54 persen dinilai turut menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi daerah. Penilaian ini disampaikan dalam rapat paripurna DPRD Kepri, Jumat, 17 April 2026.
Stabilitas inflasi menjadi salah satu indikator yang dibahas dalam evaluasi LKPj Gubernur Tahun Anggaran 2025.
Ketua Pansus DPRD Kepri, Teddy Jun Askara, menyampaikan bahwa kondisi inflasi yang terkendali memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa kestabilan harga membantu menjaga keseimbangan antara kebutuhan masyarakat dan kemampuan ekonomi daerah.
βSecara umum capaian program pembangunan Provinsi Kepulauan Riau menunjukkan kategori baik,β ujarnya.
Meski demikian, DPRD tetap mengingatkan pentingnya menjaga kestabilan tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat. ***
















