TANJUNGPINANG – Arus investasi yang masuk ke Kepulauan Riau (Kepri) terus menunjukkan tren positif. Sepanjang tahun 2025, realisasi investasi di daerah ini mencapai Rp64,67 triliun, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Angka tersebut disampaikan Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, saat menghadiri Pengukuhan Dewan Pengurus Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Kepulauan Riau Masa Bakti 2026–2031 di Aula Wan Seri Beni, Dompak, Tanjungpinang, Selasa, 16 Juni 2026.
Di tengah persaingan antardaerah dalam menarik investor, capaian tersebut menjadi indikator bahwa Kepulauan Riau masih menjadi salah satu tujuan investasi yang menarik di Indonesia.
Menurut Ansar, posisi strategis Kepulauan Riau menjadi salah satu faktor utama yang mendukung pertumbuhan investasi. Kepri berada di jalur perdagangan internasional dan berbatasan langsung dengan sejumlah negara ASEAN yang memiliki aktivitas ekonomi tinggi.
Selain faktor geografis, daerah ini juga didukung berbagai kawasan strategis yang terus berkembang, mulai dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Free Trade Zone (FTZ), kawasan industri, hingga pusat pengembangan ekonomi digital.
Keberadaan kawasan tersebut dinilai memberikan daya tarik tersendiri bagi investor yang ingin mengembangkan usaha maupun memperluas jaringan bisnis di wilayah Kepulauan Riau.
Ansar menegaskan bahwa tingginya investasi harus mampu memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah membutuhkan dukungan dunia usaha agar berbagai peluang yang muncul dapat dimanfaatkan secara optimal.
“KADIN Kepri harus menjadi motor penggerak bagi dunia usaha, mulai dari pengusaha besar hingga UMKM. Kepengurusan yang baru ini diharapkan mampu menjadi wadah yang inklusif, adaptif, serta mampu menerjemahkan peluang investasi menjadi aksi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat,” tegas Ansar.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa investasi tidak hanya dipandang sebagai angka statistik semata. Lebih dari itu, investasi diharapkan mampu menciptakan peluang usaha baru, memperkuat aktivitas ekonomi daerah, dan mendorong kesejahteraan masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Ansar juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha. Menurutnya, sinergi tersebut menjadi kunci agar pertumbuhan ekonomi yang terjadi dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Momentum pengukuhan kepengurusan baru KADIN Kepri dinilai menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat kerja sama tersebut. Organisasi pengusaha ini diharapkan mampu menjadi jembatan antara berbagai peluang investasi yang masuk dengan kebutuhan pelaku usaha di daerah.
Dengan realisasi investasi yang telah mencapai Rp64,67 triliun, Kepulauan Riau memiliki modal yang kuat untuk terus meningkatkan daya saing ekonominya. Tantangan berikutnya adalah memastikan investasi tersebut mampu memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat dan dunia usaha lokal.
Ke depan, pemerintah daerah berharap tren positif investasi dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak peluang ekonomi yang tercipta di berbagai sektor strategis Kepulauan Riau. ***














