TANJUNGPINANG – Kinerja investasi di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menunjukkan lonjakan signifikan pada tahun pertama kepemimpinan Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad dan Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura. Realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tercatat tumbuh lebih dari 100 persen sepanjang 2025.
Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, realisasi PMDN pada 2025 meningkat sebesar 112,04 persen dibandingkan tahun 2024. Peningkatan tajam ini menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi daerah yang tetap kuat di tengah tantangan global.
Lonjakan investasi tidak terlepas dari sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan dunia usaha yang terus diperkuat selama masa kepemimpinan Ansar–Nyanyang.
Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci menjaga kepercayaan investor.
“Capaian pertumbuhan ekonomi Kepri sebesar 6,94 persen ini berkat adanya sinergi dan kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha dan berbagai pihak terkait,” terang Nyanyang Haris Pratamura, Jumat (20/2/2026).
Selain PMDN, realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) di Kepulauan Riau juga mengalami peningkatan, yakni tumbuh sebesar 16,62 persen dibanding tahun sebelumnya.
Kuatnya arus investasi turut menopang pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau yang pada 2025 tercatat mencapai 6,94 persen. Angka ini menempatkan Kepri sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sumatera dan peringkat ketiga secara nasional.
Peningkatan investasi juga berjalan seiring dengan menggeliatnya sektor lain seperti konstruksi, industri manufaktur, transportasi, serta perdagangan luar negeri.
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau optimistis tren positif ini akan terus berlanjut seiring upaya berkelanjutan dalam memperbaiki iklim investasi dan memperkuat konektivitas wilayah.
Dengan fondasi ekonomi yang semakin kokoh, Kepulauan Riau diharapkan mampu menarik lebih banyak investasi berkualitas yang berdampak langsung pada penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. ***
















