SIJORIKEPRI.COM, DABO SINGKEP — Sering menjadi langganan banjir, warga minta Pemerintah melalui Dinas terkait membetulkan parit, karena parit yang ada tidak lagi mampu menampung debit air yang datang saat turun hujan, sehingga mengakibat banjir.
Andi Suryadi, Kasi Pengairan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Lingga, mengatakan, untuk pengerjaan parit ini kita mengajukannya pada tahun 2018. Rencananya, akan kita bangun dengan lebar 2 meter, agar masyarakat yang berada di sekitar parit, tidak lagi terkena banjir. Dan kita akan usahakan, pengerjaannya juga di tahun 2018.
“Untuk pengerjaan parit ini, kita akan melihat jalan airnya kemana, karena parit ini cukup panjang melintas di dua daerah. Namun jika hujan turun, yang paling sering terkena banjir di RW 09 ini,” ungkapnya kemarin, saat ditemui sedang meninjau lokasi parit tersebut.
Salah seorang warga yang tinggal di sekitar parit menuturkan, memang daerah ini menjadi langganan banjir ketika hujan, dan ini sudah berlansung cukup lama. Jika hujan turun cukup lebat dan terjadi banjir, airnya sampai masuk ke dalam beberapa rumah warga.
Jika nanti parit ini dibangun, lanjutnya, dalam pengerjaannya ada yang terkena bangunan warga, tidak masalah kalau mau dirobohkan.
“Warga tidak masalah jika dalam pengerjaan parit ini ada yang mengena bangunan warga dan dirobohkan, yang penting tidak lagi terjadi banjir di daerah kami ini,” terangnya.
Dari pantauan dilapangan, parit tersebut melintas didua daerah, dari Kelurahan Sungai Lumpur hingga ke Kelurahan Dabo. Jika hujan turun, yang paling parah terkena banjir warga di RW 09 Kelurahan Dabo. Selain kondisi parit yang sudah dangkal, terlihat beberapa bangunan yang dibangun warga berada dipinggir maupun diatas parit. (SK-Pus)
















