300 Paket Proyek di Anambas Ditahan

oleh
– Tidak Dilelang

ANAMBAS (SK) — Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Anambas, Sahtiar  mengatakan, sejumlah 300 paket proyek tidak dilelang menyusul adanya defisit anggaran daerah.

“Di SKPD saya ada 300 paket termasuk PL yang belum kita kerjakan. Karena defisit ini anggaran di dinas PU harus dikurangi sekitar Rp70  miliar,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya.

Namun demikian, pihaknya sudah menyiapkan segala kelengkapan dokumen untuk memulai pelelangan seluruh paket proyek yang belum bisa dilelang hari ini. sehingga ketika sudah ada kepastian berapa anggaran yang bisa mereka gunakan pada APBD- Perubahan nanti, PU akan segera melelangkan paket proyek yang ada.

Namun jika ternyata proses lelang baru bisa dilakukan pada September, Sahtiar mengaku tidak akan melelangkan paket proyek yang ada di SKPDnya. Pasalnya dengan waktu yang cukup mepet, dikhawatirkan paket proyek tersebut tidak akan selesai dikerjakan.

“Kita sudah siap, kalau katanya go, maka kita akan go. Tapi kalau nanti kita harus lelang pada September, saya tidak akan lelangkan. Karena pasti tidak akan selesai juga, karena waktunya sangat sempit,” tutupnya.

Sementara itu memasuki  bulan Agustus, Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kabupaten Kepulauan Anambas telah menerbitkan SPT untuk melelangkan 86 persen dari 417 paket proyek yang akan dibangun pada tahun 2014 ini.

Menurut Kabag Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas, Azwandi, progres tersebut sebenarnya masih belum memenuhi target yang ditetapkannya, yakni menyelesaikan seluruh lelang proyek pada Bulan Agustus.

“Progres kita memang sudah mencapai 86% dari 417 paket proyek yang harus kita lelang. Awalnya kita menargetkan seluruh SPT sudah selesai diterbitkan pada Agustus ini, tapi ternyata belum bisa direalisasikan,” ungkap Azwandi saat ditemui dikantor Unit Layanan pengadaan (ULP) baru-baru ini.

Menurut Azwandi, kondisi defisit anggaran yang menyebabkan ketidakastian anggaran ini membuat pihaknya terpaksa urung menerbitkan SPT untuk melelangkan beberapa paket proyek pembangunan. Namun beberapa paket prioritas seperti proyek multi years (Tahun Jamak), proyek yang dialokasikan dalam Dana Alokasi Khusus (DAK) serta paket proyek yang bleum selesai tahun-tahun sebelumnya sudah terbit SPTnya. Diketahui paket proyek pembangunan yang menggunakan DAK berkisar Rp60 miliar.

“Kita khawatir kalau dilelang semua, ternyata anggaran dipotong kan bahaya, mau bayar pakai uang siapa nantinya? Jadi kita ambil langkah untuk menahan dulu beberapa paket untuk tidak dilelangkan dulu. Tapi yang prioritas semua sudah kita terbitkan SPTnya,” ungkap Azwandi.

Azwandi menuturkan, seluruh SKPD sebenarnya sudah menyiapkan seluruh dokumen yang diperlukan untuk memulai pelelangan paket-paket proyek yang ditahan tersebut,  hanya saja hingga saat ini belum ada kepastian mengenai anggaran, sehingga SPT masih urung diterbitkan.

“Anggaran dalam APBD kita ini kan asumsi. Tapi sampai sekarang belum ada kepastian, berapa yang sebenarnya bisa kita pakai untuk pembangunan yang akan dituangkan pada APBD Perubahan nantinya. Kalau sudah pasti, semua SKPD langsung akan melelangkannya karena pada prinsipnya mereka sudah siap,” paparnya.

Menurut Azwandi, kepastian mengenai besaran anggaran tersebut akan segera diketahui pada waktu beberapa hari ke depan. Dengan dipastikannya anggaran tersebut, maka pihaknya akan segera menerbitkan SPT untuk memulai pelelangan di setiap SKPD, sesuai dengan jumlah anggaran dan prioritas. 

“Dalam beberapa hari ke depan kita akan dapat kepastian dari pimpinan kita. Setelah pasti baru kita ambil langkah ke depannya,” tuturnya.(hk/sarma)

http://www.haluankepri.com/anambas/66305-300-paket-proyek-di-anambas-ditahan-.html

 

No More Posts Available.

No more pages to load.