BATAM (SK) — “Leha-leha, tetapi Para Kepala Dinas bisa hidup mewah, dari mana sih duitnya. Coba kalau mau jujur, berapa sih gaji mereka. Kok bisa mereka hidup mewah. Punya rumah mewah, mobil mewah dan lain sebagainya. Coba bagaimana itu logikanya. Tak jelas mereka itu,” kata Politisi Gerindra, Harmidi Umar Husen, usai Rapat Paripurna DPRD Batam, Selasa, (20/01/2016).
Sudahlah begitu, tidak pula mereka bisa saling menghargai atau saling menghormati. Hidup mewah tidak jelas asal usulnya, masih pula mereka kadang sok suci, sok bersih, sok tidak bermain proyek. Darimana rupanya duitnya itu, ngandalin gaji ? Logikanya, sangat tidak mungkin.
“Bagi Kepala Dinas-Kepala Dinas yang dekat dengan Dewan, siapapun Dewannya, ya sudah itu, para pemain proyek. Cari duit tambahan. Hidup mewah. Apalagi kalau bukan itu kerjanya. Ngandalin gaji, tidak cukup,” tegas Harmidi ceplas-ceplos apa adanya, namun masuk di akal kata-katanya.
“Saya bener-bener kesal dan juga tersinggung sekali, atas sikap dan perangai Para Kepala Dinas Pemerintah Kota Batam, yang seringnya selalu saja hadir lambat di Rapat Paripurna. Bahkan kadang tidak hadir. Akan tetapi absensinya ada. Wah ini kan bisa dibilang penipuan.
Dan yang lucunya lagi, Kepala Dinas itu tidak hadir di Acara Paripurna, namun Absensinya ada. Tanda tangannya sudah ada. Kadang kalau yang bersangkutan hadir, jadi ada dua kali tanda tangan pula. Wah tidak jelas ini, Kepala Dinas tidak becus,” ungkap Harmidi.
Kekesalan Harmidi yang nampak sangatlah memuncak, terjadi sesaat setelah selesainya Rapat Paripurna ke 3 DPRD Batam Masa Persidangan II Tahun Sidang 2016, dengan Agenda Laporan Reses I Masa Persidangan I Tahun Sidang 2015 DPRD Batam, Selasa, (20/01/2016), bahwa dirinya merasa sangat tersinggung sekali, atas ketidakhadiran para Kepala Dinas atau keterlambatan hadir Para Kepala Dinas Pemerintah Kota Batam, di acara-acara Rapat Paripurna DPRD Batam.
βItu tidak menghargai,β tandasnya. (SK-Nda)








