– Study Banding DPRD Jambi ke Komisi I DPRD Batam.
BATAM (SK) — Berbagai hal dipertanyakan oleh Rombongan Study Banding DPRD Kota Jambi kepada DPRD Kota Batam, saat DPRD Batam menerima Rombongan Study Banding Kota Jambi, di Ruang Rapat Komisi I DPRD Batam, Senin, (20/02/2017).
Termasuk perihal kenapa ada staf ahli di DPRD Kota Batam dan hal lain terkait Bidang Pemerintahan yang dianggap penting. DPRD Jambi juga menanyakan masalah Pengangkatan Kepala Sekolah yang bermasalah.
DPRD kota Batam telah Menerima study banding Komisi I DPRD Kota Jambi, tentang Tupoksi Komisi I Bidang Pemerintahan, yang dipimpin oleh Anggota DPRD Batam, Nono Hadi Siswoyo.
Nampak dalam Rapat Study Banding tersebut, Nono Hadi Siswoyo didampingi oleh Anggota DPRD Batam lainnya, yaitu Sumali, Likhai, Tumbur Sihaloho. Satu persatu pertanyaan pun di jawab oleh pihak DPRD Batam.
“Selain hal-hal yang telah dipertanyakan oleh kawan-kawan tadi, ada satu hal yang ingin saya pertanyakan lagi, yaitu terkait kenapa di DPRD Batam ini ada Staf Ahli,” tanya salah seorang Anggota DPRD Jambi.
“Bagaimana tentang perekrutanya, lalu berapa besar honornya, dan juga bagaimana soal jam kerjanya, apa fungsinya, itu semua kami ingin tahu,” tambahnya lagi, seolah penasaran dengan adanya staf ahli DPRD Batam.
“Terkait tentang Staf Ahli di DPRD Batam, ya memang itu ada. Staf Ahli ditentukan oleh Komisi. Pendidikannya Minimal harus Strata 1. Gajinya itu sekitar 6 sampai 8 juta. Jam kerjanya ya jam 8.00 sampai jam 17.00 WIB. Kerjanya ya untuk telaah-telaah,” jawab pimpinan Rapat Nono Hadi.
“Kalau masalah staf ya Ada PNS, ada honorer. PNS nya ada dua, honor Ada 5. Ya mau Bagaimana lagi , orang kemarin itu juga ya teman-teman yang bawa. Cuma nasibnya ya gimana ya, kalau DPRD nya masih di pakai, ya masih bisa, kalau sudah tidak di pakai, ya bahaya nasibnya. Karena akan berganti juga,” lanjut Nono Hadi, sambil senyam-senyum.
“Kalau masalah Pengangkatan kepala sekolah yang bermasalah, saya pikir itu tidak ada lah masalah. Yang masalah menyolok kemarin itu, masalah LKS. Dan sekarang sudah tidak ada lagi,” lanjut Nono Hadi.
“Terus kalau masalah pendidikan, sebetulnya ini Komisi IV. Masakah pendidikan biasanya muncul di setiap tahun ajaran baru, yaitu karena daya tampung yang selalu tidak cukup. Masih banyak sekolah-sekolah yang favorit di Batam ini. Namun demikian, sekolah swasta memang banyak tidak mau. Masih banyak yang belum di lirik perempuan, semuanya maunya ke Negeri,” lanjut Nono lagi.
“Kalau masalah ketuk palu itulah pasti mundur. Belum pernah ada tepat waktu. Ya kalau permasalahan yang seperti itu nampaknya, tidak perlu disampaikan disinilah,” tambah Nono lagi, sambil tersenyam. (SK-Nda)








