– Menyaksikan rumahnya yang tinggal puing-puing.
SIJORIKEPRI.COM, BATAM — Penggusuran Bangunan liar Bida Ayu, Kelurahan Mangsang, Kecamatan Sungai Beduk, berjalan lancar tanpa ada perlawanan dari warga setempat. Warga sedih, namun tetap rela hati, Senin, (30/07/2017).
Terutama warga yang tinggal di sepanjang Pintu satu hingga Pintu dua Bida ayu atau warga depan pemukiman Blok A dan Blok B Bida Ayu. Surat Peringatan telah di terima warga sebelumnya. Dan mereka pun menerima.
Bahkan menyadari rumahnya yang mereka tempati akan di gusur segera, setelah beberapa hari sejak di terimanya Surat Peringatan Pemko. Dengan kesadaran sendiri, warga pun pindah dengan sendirinya. Bongkar sendiri.
Bahkan sebagian warga pun menonton saja bekas tempat tinggalnya di buldozer Tim terpadu. Satu dua orang ada juga yang nampak meneteskan air matanya, menyaksikan rumah tinggalnya tinggal puing-puing saja.
Bukan hanya saja, bangunan warga yang dirobohkan dengan alat berat, namun juga Pasar Bida Ayu, dan lahan kosong sebelah pasar, tepatnya depan Blok C dan Blok D Bida ayu, yang nampak seperti kebun hijau indah.
Kebun dengan berbagai tanaman yang nampaknya sudah lama di tanam. Pohon pisang dengan daunnya yang hijau membuat tangan ini serasa ingin memetiknya. Ada juga pohon kedondong, kelapa, ubi dan lain-lain.
“Yuk ambil buah kedondong yuuk atau ambil daun pisang. Daun pandan juga ada. Kelapa juga ada,” ajak seorang ibu kepada dua tetangganya, sambil lari menuju kebun setelah tim terpadu merobohkan pepohonan.
” Saya yang nanam Bu, mau minum kelapa muda bu ??,” tanya ibu Emy kepada Pewarta Sijori Kepri dengan ramah. Yang bersangkutan mengaku sebagai penanam pohon kelapa yang baru saja dirobohkan Tim Terpadu.
Perlu diketahui juga bahwa, beberapa waktu lalu sebelum Penggusuran tersebut terjadi, warga juga sempat menggelar aksi demo untuk menolak penggusuran. Namun, pada akhirnya, warga pun menerima. (SK-Nda)








