GESER UNTUK BACA BERITA
BINTANKEPRI

Kadis Kesehatan Bagikan Tips Cegah Frambusia Agar Tak Kembali Muncul di Bintan

×

Kadis Kesehatan Bagikan Tips Cegah Frambusia Agar Tak Kembali Muncul di Bintan

Sebarkan artikel ini
Kadis Kesehatan Bagikan Tips Cegah Frambusia Agar Tak Kembali Muncul di Bintan
Kadis Kesehatan Bagikan Tips Cegah Frambusia Agar Tak Kembali Muncul di Bintan. (Foto : Ist)

BINTAN – Kabupaten Bintan resmi dinyatakan bebas dari penyakit Frambusia. Pengakuan tersebut ditandai dengan penyerahan Sertifikat Bebas Frambusia dari Kementerian Kesehatan RI, Rabu (20/8/2025), di Ruang Siwabessy Gedung Prof. Sujudi, Jakarta.

Frambusia sendiri merupakan penyakit menular akibat infeksi bakteri Treponema pertenue yang menyerang kulit, tulang, dan sendi.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Penyakit ini biasanya terjadi di wilayah tropis dengan sanitasi yang buruk, dan paling banyak menyerang anak-anak usia di bawah 15 tahun. Jika tidak ditangani, Frambusia dapat menyebabkan cacat seumur hidup.

Bupati Bintan, Roby Kurniawan, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini tidak lepas dari kerja sama seluruh pihak.

“Alhamdulillah, ini hasil baik dari kolaborasi semua stakeholder. Kita berharap ke depan Bintan bisa mempertahankan status bebas Frambusia dan menjaga derajat kesehatan masyarakat melalui pembangunan kesehatan berwawasan lingkungan serta penerapan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat),” ujar Roby.

Meski sudah dinyatakan bebas, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan, Retno Riswati, mengingatkan agar masyarakat tetap waspada. Ia menegaskan bahwa pencegahan merupakan kunci agar penyakit ini tidak kembali muncul.

Adapun tips pencegahan Frambusia yang dibagikan Retno antara lain:

  • Mencuci tangan secara rutin dengan sabun dan air mengalir.
  • Menjalani Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
  • Menghindari kontak langsung dengan kulit penderita Frambusia.
  • Menjaga kebersihan lingkungan dan sanitasi di sekitar tempat tinggal.
  • Segera memeriksakan diri ke dokter apabila ada kontak dengan penderita atau muncul gejala mirip Frambusia.

“Penghargaan Bebas Frambusia ini adalah bukti nyata bahwa ketika kita bersatu, hal yang tadinya dianggap mustahil bisa menjadi kenyataan. Terima kasih kepada semua pihak, mulai dari petugas kesehatan, tokoh masyarakat, hingga seluruh warga yang berpartisipasi aktif,” tutur Retno.

Retno menegaskan bahwa menjaga kesehatan adalah tanggung jawab bersama. Dengan partisipasi aktif masyarakat, status bebas Frambusia di Bintan dapat terus dipertahankan, bahkan menjadi motivasi untuk mendorong program kesehatan lainnya menuju visi Bintan Sehat. ***

banner 200x200
Preferensi Sumber
banner 482x100