GESER UNTUK BACA BERITA
BINTANKEPRI

Frambusia: Penyakit Menular di Daerah Tropis

×

Frambusia: Penyakit Menular di Daerah Tropis

Sebarkan artikel ini
Frambusia Penyakit Menular di Daerah Tropis
Frambusia Penyakit Menular di Daerah Tropis. (Foto : Ist)

BINTAN – Kabupaten Bintan mencatatkan prestasi membanggakan setelah dinyatakan bebas Frambusia bersama 89 kabupaten/kota lain di Indonesia.

Sertifikat bebas Frambusia diserahkan langsung oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Rabu (20/8/2025), di Ruang Siwabessy, Gedung Prof. Sujudi, Jakarta.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Penilaian ini diberikan setelah Bintan dinilai berhasil menekan angka kasus Frambusia secara permanen sehingga tidak lagi menjadi masalah kesehatan masyarakat. Assessment eradikasi Frambusia telah dilakukan sejak 2024.

Apa Itu Frambusia?

Frambusia adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi bakteri Treponema pertenue. Penyakit kronis ini umumnya menyerang kulit, tulang, dan sendi.

Infeksi ini sering muncul di negara-negara tropis dengan kondisi sanitasi yang buruk dan paling banyak menyerang anak-anak di bawah usia 15 tahun.

Jika tidak ditangani, Frambusia dapat menyebabkan infeksi kronis dan cacat permanen seumur hidup.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan, Retno Riswati, menyampaikan beberapa langkah pencegahan yang perlu dilakukan masyarakat, antara lain:

  • Mencuci tangan secara rutin dengan sabun dan air mengalir.
  • Menjaga pola hidup bersih dan sehat (PHBS).
  • Menghindari kontak langsung dengan kulit penderita Frambusia.
  • Meningkatkan kebersihan lingkungan dan sanitasi.
  • Segera memeriksakan diri jika muncul gejala mirip Frambusia.

“Penghargaan bebas Frambusia ini adalah bukti nyata bahwa ketika kita bersatu, hal yang tadinya dianggap mustahil bisa menjadi kenyataan. Terima kasih kepada semua pihak, mulai dari petugas kesehatan, tokoh masyarakat, hingga warga yang telah berpartisipasi aktif,” ujar Retno.

Bupati Bintan, Roby Kurniawan, menyampaikan rasa syukur atas capaian ini dan berharap masyarakat dapat terus mempertahankan status bebas Frambusia.

“Alhamdulillah, ini hasil baik dari kolaborasi semua stakeholder. Kita berharap ke depan Bintan bisa mempertahankan status bebas Frambusia dan menjaga derajat kesehatan masyarakat melalui pembangunan kesehatan berwawasan lingkungan serta penerapan PHBS,” ungkap Roby.

Ia menambahkan bahwa Pemkab Bintan akan terus mendukung program kesehatan agar masyarakat dapat hidup sehat, aman, dan nyaman. ***

banner 200x200
Preferensi Sumber
banner 482x100