GESER UNTUK BACA BERITA
BINTAN

Maraknya Jajanan Bahaya, Apri Minta “KEPSEK AWASI JAJANAN di SEKOLAH”

×

Maraknya Jajanan Bahaya, Apri Minta “KEPSEK AWASI JAJANAN di SEKOLAH”

Sebarkan artikel ini
Bupati Bintan Minta Kepala Sekolah Ikut Berperan Serta Awasi Jajanan Siswa. (Foto : Humpro Bintan)

SIJORIKEPRI.COM, BINTAN — Seluruh Kepala Sekolah (Kepsek) di Kabupaten Bintan, agar ikut berperan serta dalam mengawasi jajanan siswa-siswi sekolah di lingkungan sekolahnya masing-masing, utamanya bagi siswa-siswi di Tingkat Sekolah Dasar.

Hal itu disampaikan Bupati Bintan, H. Apri Sujadi, S.Sos, terkait maraknya peredaran jajanan yang berbahaya untuk dikonsumsi bagi anak-anak.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

”Sampai saat ini, memang belum ada laporan terkait jajanan berbahaya bagi siswa-siswi di sekolah. Namun sebagai proteksi dini, saya sarankan agar Kepala Sekolah ikut mengambil peran disitu. Kepala Sekolah itu jabatan tertinggi di lingkungan sekolah, jadi harus ikut berperan serta mengawasi jajanan di sekitar lingkungan sekolahnya masing-masing, utamanya siswa-siswi tingkat sekolah dasar. Termasuk juga mengawasi kebersihan kantin di sekolahnya,” ujarnya saat dihubungi, Minggu, (01/10/2017).

Selain itu, Apri Sujadi, juga berpesan, agar Guru Garis Depan (GGD) yang bertugas di Kabupaten Bintan, hendaknya dapat mendidik siswa-siswi yang ada di daerah dengan metode-metode pembelajaran yang baik, agar apa yang disampaikan kepada para siswa-siswi dapat diterima dan di mengerti dengan lebih mudah.

”Cara penyampaian pembelajaran dikawasan Perkotaan itu, berbeda dengan dikawasan Pesisir. Kita harapkan, Guru Garis Depan bisa secepatnya beradaptasi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bintan, Tamsir, M.Pd, ketika dikonfirmasi perihal tersebut mengatakan, bahwa telah menganjurkan agar setiap sekolah hendaknya melarang anak/siswa jajan diluar perkarangan sekolah, karena hal ini di khawatirkan bila anak jajan yang diluar kantin sekolah, maka jajanan yang disajikan khawatir tidak higienis.

“Apalagi, tidak adanya pengawasan dari BPOM, serta tanpa sepengetahuan sekolah itu sendiri,” unggahnya. (SK-DY/R)

banner 200x200
Preferensi Sumber
banner 482x100