GESER UNTUK BACA BERITA
BINTAN

Pemilik Kapal KM Mega Pelita Ditemukan Tewas Mengapung

×

Pemilik Kapal KM Mega Pelita Ditemukan Tewas Mengapung

Sebarkan artikel ini
Warga Kijang, Kecamatan Bintan Timur, Bintan, dihebohkan penemuan mayat berjenis kelamin pria di perairan Pelabuhan Sri Bayintan, Kijang, Kabupaten Bintan. (Foto : Polsek Bintan Timur)

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Male” buttontext=”Malas Baca, Tekan Ini”]

Pemilik Kapal KM Mega Pelita Ditemukan Tewas Mengapung
– Noval : Korban Bukan ABK.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

SIJORIKEPRI.COM, BINTAN — Warga Kijang, Kecamatan Bintan Timur, Bintan, dihebohkan penemuan mayat berjenis kelamin pria di perairan Pelabuhan Sri Bayintan, Kijang, Kabupaten Bintan, Senin, (21/10/2019) sekira pukul 10.00 WIB pagi. Saat ditemukan, posisinya tengah mengapung, tidak jauh dari lokasi dermaga pelabuhan.

Kapolsek Bintan Timur, melalui Panit Reskrim Polsek Bintan Timur, IPDA Noval Adimas S.Tr.K, mengatakan, hasil penyidikan, korban adalah pemilik kapal KM Mega Pelita, yang tengah bersandar di pelabuhan. Kapal ini tengah membawa muatan karet.

Identitas korban, bernama Hardy (43), warga Jalan HR Soebrantas, RT 3 RW 1, Desa Wonosari, Kecamatan Bengkalis. Korban lahir di Ketam Putih, 5 Mei 1976.

”Korban bukan Anak Buah Kapal (ABK), melainkan pemilik kapal. Pihak keluarga korban telah mengetahui kejadian ini. Dan, akan membawa jasadnya ke rumah,” kata Noval Adimas.

Penemuan mayat mengapung di pelabuhan Sri Bayintan, Kijang, ini bermula salah satu Anak Buah Kapal (ABK) tengah berada di lokasi pelabuhan. Ia melihat ada sesosok benda, menyerupai tubuh manusia, tengah mengapung, tidak jauh dari lokasi dermaga pelabuhan.

”ABK ini lantas memberitahukan ke teman-temannya. Setelah diamati, ternyata yang mengapung adalah pemilik kapal KM Mega Pelita,” kata Noval.

Aparat bersama warga, langsung melakukan evakuasi. Jasad korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kijang, Kecamatan Bintan Timur, untuk dilakukan menyelidikan lebih lanjut.

”Tidak ada tanda-tanda kekerasan yang dialami korban. Kita menyimpulkan, murni insiden,” katanya. (Wak Obet)

banner 200x200
Preferensi Sumber
banner 482x100