“Pengajuan kami ke Pertamina dengan mengurangi separuh kuota Mitan, agar diganti dengan kuota Gas LPG 3 Kg. Tapi tolak, Pertamina tetap menghendaki, kouta subsidi Mitan hilang secara menyeluruh,” kata Syamsirwan.
Sementara itu, Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Lingga (Ketua HIPMI Lingga), Yanuar, sangat mendukung pemerintah daerah melakukan upaya konversi. Hal ini dalam rangka mendukung tumbuhnya UMKM di Lingga.
“Kita yang termasuk pelaku usaha di daerah ini akan ikut membantu pemerintah dalam berupaya mencari jalan keluarnya. Kita akan coba dudukkan dulu dengan pihak-pihak terkait, dan kalau bisa kita mencoba mediasikan agar Kabupaten Lingga ada pengecualian dari pihak Pertamina dalam menerbitkan kuota Gas LPG 3 Kg, tanpa menghapus sepenuhnya kuota subsidi Mitan,” tutupnya. (Rid)













