Sijori Kepri, Karimun – Buka Lahan Pertanian di Pulau Karimun, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Laskas Melayu Bersatu (LMB) Provinsi Kepri menggandeng Mitra Usaha PT Darwindo. Kerja sama ini telah berjalan dari tahun 2016 hingga sampai saat ini.
Ketua LMB Kepri, Datok Panglima Azman Zainal, mengatakan, LMB Kepri menggandeng Wihion (43) pelaku usaha PT Darwindo, dengan memanfaatkan lahan tidur miliknya yang sudah berjalan 4 (empat) tahun untuk mengembangkan perkebunan dan dilakukan secara tumpang sari.
”Salah satunya, mitra kita Wihion yang sudah memanfaatkan lahan tidur miliknya menjadi pertanian selama 4 tahun secara tumpang sari. Walaupun dalam kondisi Covid-19 tetap gigih berjuang untuk bercocok tanam,” kata Datok Azman Zainal, didampingi Wihion, saat diwawancari awak media di Perkebunan Desa pongkar, kemarin.
Datok Azman Zainal sangat mendukung aktivitas tersebut. Termasuk memanfaatkan lahan tidur yang ada. Menurut Azman, hendaknya pemerintah daerah mendukung pemanfaatan lahan tidur milik pelaku usaha yang ada di Karimun ini. Sehingga, bisa memenuhi kebutuhan pangan di Karimun, mulai dari pepaya, cabai yang saat ini harganya selangit dan sebagainya.
”Ini harus ada dukungan dari pemerintah daerah-lah. Anda bisa lihat sendiri, pasokan pangan rata-rata didatangkan dari luar daerah. Kenapa, tidak digandeng para pelaku usaha ini untuk memanfaatkan lahan tidurnya,” ungkapnya.
Masih kata Datok lagi, LMB Kepri organisasinya tidak hanya terfokus dalam aksi sosial, tapi membantu para pelaku usaha maupun petani dan UMKM untuk mendorong meningkatkan produksi hasil pertanian itu sendiri. Sehingga, bisa memberikan output kepada daerah yang positif.
”Intinya, kita memberikan solusi bagaimana sama-sama berkembang para pelaku usaha, maupun para petani dan UMKM itu sendiri,” ucapnya.
Sementara itu Wihion, salah satu pengusaha yang juga mengembangkan dunia pertanian, tetap optimis ditengah-tengah pandemi Covid-19 untuk tetap bercocok tanam. Dimana, pada 2016 sebelumnya ia menanam cabe dengan memanfaatkan lahan tidur, sekitar setengah hektar.
Namun, dengan seiring waktu, Wihion berusaha mengembangkan lahan pertanian dari menanam cabai saja. Kini, berkembang dengan menanan pepaya California 200 pokok, Durian Musang King ada 100 Pokok, tanaman Matoa ada 100 pokok yang masih dalam pertumbuhan.
”Selain Cabai Merah, sekarang yang sudah panen Pepaya California dan ini hanya untuk kebutuhan lokal saja,” terang Wihion.
Untuk lahannya, kita membuat sistem tumpang sari dengan berbagai macam tanaman di satu lahan. “Lumayan lah, bisa menghasilkan berbagai macam tanaman yang telah ditanam selama ini,” tambahnya.
Masih kata Wihion, dalam keadaan Covid ini semua usaha turun dratis, kita cuba sistim tumpang sari. Untuk melakukan itu, kita lakukan secara bertahap, karena masih kekurangan alat tani untuk membajak lahan.
“Untuk membuka lahan kita membutuh alat tani modern, seperti mesin pembajak tanah itu yang belum ada. Jika memakai Traktor mini, para petani akan lebih mudah mengelolah lahan,” tuturnya. (Wak Fik)








