GESER UNTUK BACA BERITA
KEPRI

Sejarah Tudung Manto Warisan Budaya Masyarakat Kabupaten Lingga

×

Sejarah Tudung Manto Warisan Budaya Masyarakat Kabupaten Lingga

Sebarkan artikel ini
Tudung Manto merupakan Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia, yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 2015 lalu. (Foto : Ist)

Sijori Kepri, Lingga — Sejarah Tudung Manto secara historisnya adalah bagian dari Folklor non Lisan, yaitu adat istiadat tradisional yang diwariskan atau disebarluaskan secara turun temurun dalam bentuk pakaian tradisional. 

Tudung Manto merupakan warisan budaya tak benda Melayu Kepulauan Riau, khususnya masyarakat Kabupaten Lingga. 

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Ditinjau dari asal kata-kata, “Tudung Manto” berasal dari dua kata, yaitu Tudung yang artinya penutup, sedangkan Manto merupakan sulaman atau bordiran yang menggunakan kelingkan atau benang khusus. 

Tudung Manto adalah kain yang biasa digunakan sebagai penutup kepala dan merupakan kelengkapan pakaian adat khususnya perempuan Melayu umumnya, perempuan Melayu Kabupaten Lingga Kepulauan Riau khususnya 

Tutup Kepala (Tudung Manto) diperkirakan keberadaannya sudah ada sejak sekira tahun 1775 silam (abab ke 18) pada zaman kerajaan Melayu Riau Lingga yang berkuasa di Semenajung Melayu. ***

banner 200x200
Preferensi Sumber
banner 482x100