Sijori Kepri, Lingga — Sejarah Tudung Manto secara historisnya adalah bagian dari Folklor non Lisan, yaitu adat istiadat tradisional yang diwariskan atau disebarluaskan secara turun temurun dalam bentuk pakaian tradisional.
Tudung Manto merupakan warisan budaya tak benda Melayu Kepulauan Riau, khususnya masyarakat Kabupaten Lingga.
Ditinjau dari asal kata-kata, “Tudung Manto” berasal dari dua kata, yaitu Tudung yang artinya penutup, sedangkan Manto merupakan sulaman atau bordiran yang menggunakan kelingkan atau benang khusus.
Tudung Manto adalah kain yang biasa digunakan sebagai penutup kepala dan merupakan kelengkapan pakaian adat khususnya perempuan Melayu umumnya, perempuan Melayu Kabupaten Lingga Kepulauan Riau khususnya
Tutup Kepala (Tudung Manto) diperkirakan keberadaannya sudah ada sejak sekira tahun 1775 silam (abab ke 18) pada zaman kerajaan Melayu Riau Lingga yang berkuasa di Semenajung Melayu. ***








