LINGGA – Kecamatan Singkep Pesisir menghadapi kendala dalam menangani dampak musim utara yang menghantam wilayah tersebut pada 25 Januari 2025.
Salah satu permasalahan utama yang dihadapi adalah minimnya stok karung, yang menjadi material utama dalam pembuatan tanggul darurat untuk mencegah abrasi dan kerusakan jalan lebih lanjut.
Camat Singkep Pesisir, M. Saman, mengungkapkan bahwa tiga titik jalan utama yang mengalami kerusakan serius akibat hempasan ombak adalah Desa Lanjut, Persing, dan Sedamai.
Ketiga lokasi ini merupakan jalur strategis yang menghubungkan Singkep Pesisir dengan Pelabuhan Roro Jagoh, yang melayani rute penting ke Kuala Tungkal, Tanjungpinang, Batam, Penarik, dan Daik.
“Kami sangat membutuhkan stok karung untuk membuat tanggul darurat di titik-titik jalan yang amblas. Jalur ini merupakan akses vital bagi masyarakat, terutama bagi kendaraan yang melintasi Pelabuhan Jagoh,” ujar M. Saman, Senin (10/2/2025).
Untuk mengatasi krisis ini, pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan Pemprov Kepri dan Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Balai Wilayah Sungai Sumatera VI Wilayah Lingga.
Langkah ini bertujuan untuk mempercepat tindakan darurat dalam mengatasi kerusakan jalan sebelum berdampak lebih luas.
Namun, keterbatasan pasokan karung masih menjadi kendala utama dalam proses penanganan. Oleh karena itu, Camat Singkep Pesisir berharap adanya bantuan segera dari Pemkab Lingga, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), maupun BASARNAS, agar pengerjaan tanggul sementara bisa segera dilakukan tanpa menunggu keputusan dari tingkat provinsi.
“Kami harapkan bantuan sementara dari Pemkab Lingga agar proses perbaikan jalan bisa lebih cepat dilakukan. Jika menunggu keputusan Pemprov dan BWS VI, dikhawatirkan kerusakan semakin parah,”** tambahnya.
Fenomena musim utara memang menjadi ancaman tahunan bagi warga pesisir Singkep. Menurut seorang nelayan setempat, Syahrul, angin kencang dan gelombang tinggi biasanya datang bersamaan dengan perayaan Imlek, yang bagi mereka merupakan pertanda awal musim utara.
“Setiap tahun saat Imlek, angin utara pasti datang menghantam kawasan kami, khususnya di Persing, Sedamai, dan Lanjut. Ini sudah menjadi rutinitas tahunan, tetapi setelah Imlek berlalu, cuaca berangsur membaik,” ujar Syahrul.
Dengan kondisi jalan yang semakin tergerus akibat hempasan ombak, masyarakat berharap agar bantuan material tanggul segera disalurkan, sehingga jalur transportasi di Singkep Pesisir tetap aman dan dapat digunakan tanpa kendala. ***














