TANJUNGPINANG – Bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Provinsi Kepulauan Riau mengumumkan pemenang Lomba Vlog Pariwisata Halal 2025. Pengumuman ini menjadi simbol semangat baru generasi muda Kepri dalam membangun ekonomi halal dan pariwisata berkelanjutan berbasis kearifan lokal Melayu.
Lomba yang digelar oleh MES Kepri ini bertujuan untuk mendorong partisipasi generasi muda dalam mempromosikan destinasi wisata halal di daerah kepulauan yang kaya budaya dan potensi maritim.
Sekretaris Umum MES Kepri, Dwi Vita Lestari Soehardi, yang juga akademisi STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau, menjelaskan bahwa kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk menanamkan nilai-nilai Sumpah Pemuda dalam konteks ekonomi modern.
“Kalau dulu Sumpah Pemuda adalah ikrar kebangsaan, maka hari ini semangatnya bisa diwujudkan melalui komitmen kemandirian ekonomi, dengan cara yang etis, adil, dan berkeadilan. Pemuda adalah motor penggerak dalam membangun ekosistem halal yang berkelanjutan,” ujarnya.
Vita menegaskan bahwa generasi muda Indonesia saat ini menghadapi tantangan yang berbeda dari masa lalu. Jika dahulu perjuangan melawan penjajahan fisik, maka kini perjuangan terletak pada bagaimana melawan ketergantungan ekonomi dan gaya hidup konsumtif.
“Sumpah Pemuda versi modern adalah ketika pemuda sadar bahwa ekonomi halal, kewirausahaan syariah, dan pariwisata beretika adalah bagian dari perjuangan kebangsaan,” tambahnya.
Pengumuman Pemenang Lomba Vlog Pariwisata Halal MES Kepri 2025
Berikut hasil resmi Lomba Vlog Pariwisata Halal MES Kepri Tahun 2025:
Juara I
Fitriyani – Tanjungpinang
Juara II
Raja Dwi Setyani – Tanjungpinang
Juara III
Lili Mustakul Jannah – Bintan
Juara Favorit
Anisa Permata Sari – Natuna
Keputusan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat. Seluruh pemenang diminta untuk menghubungi Sekretariat MES Kepri di nomor 0811770811 untuk konfirmasi dan pengambilan hadiah.
Menurut Dwi Vita, ekonomi syariah tidak hanya soal perbankan tanpa riba, tetapi juga tentang pola pikir pembangunan yang menempatkan nilai keadilan, kolaborasi, dan keberlanjutan di setiap lini.
“Ketika kita membangun pariwisata halal di Kepri, kita sesungguhnya sedang mengangkat nilai-nilai budaya Melayu yang beradab dan beretika dalam ekonomi lokal. Ini adalah bentuk modern dari semangat Sumpah Pemuda,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa Kepri memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi halal unggulan di Indonesia karena letak geografisnya yang strategis, budaya Melayu yang kuat, dan potensi wisata maritim yang besar. Pulau Penyengat, misalnya, memiliki warisan Islam dan budaya Melayu yang dapat dikembangkan menjadi pariwisata halal berkelanjutan.
Melalui lomba vlog ini, MES Kepri ingin menunjukkan bahwa generasi muda tidak hanya berperan sebagai konsumen, tetapi juga sebagai kreator dalam menggerakkan ekonomi halal. Para peserta yang berkompetisi menampilkan beragam potensi wisata halal, mulai dari kuliner, budaya, hingga keindahan bahari Kepri.
“Pemuda hari ini adalah agen perubahan. Mereka bisa menjadi duta halal, duta budaya Melayu, dan pelopor ekonomi berkeadaban,” tutur Vita.
Pengumuman pemenang Lomba Vlog Pariwisata Halal bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda menjadi simbol penguatan peran generasi muda dalam ekonomi syariah. Semangat 1928 kini menemukan makna baru, bersatu dalam semangat halal, adil, dan berkeadilan sosial.
Melalui MES Kepri, berbagai literasi dan pelatihan terus digerakkan untuk memperkuat kapasitas UMKM halal dan mengembangkan destinasi pariwisata berbasis nilai-nilai syariah.
Momentum Sumpah Pemuda diharapkan menjadi pengingat bahwa perubahan besar dimulai dari tekad kolektif dan kolaborasi lintas generasi.
“Dengan kreativitas dan semangat, pemuda Kepri membuktikan bahwa persatuan hari ini bukan sekadar simbol sejarah, tetapi gerakan nyata menuju ekonomi halal yang inklusif dan berkeadilan,” pungkas Vita. ***














