TANJUNGPINANG – Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) resmi mengumumkan pemenang Lomba Vlog Pariwisata Halal 2025 bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, Senin (28/10/2025). Dalam ajang ini, Fitriyani dari Tanjungpinang berhasil meraih Juara I berkat karyanya yang dinilai inspiratif dalam mempromosikan pariwisata halal berbasis budaya Melayu.
Pengumuman yang disampaikan oleh Sekretaris Umum MES Kepri, Dwi Vita Lestari Soehardi, menjadi puncak dari rangkaian kegiatan literasi ekonomi syariah dan promosi halal lifestyle yang digerakkan MES Kepri sepanjang tahun.
“Momentum Sumpah Pemuda ini sangat tepat untuk menegaskan bahwa generasi muda bukan hanya pewaris bangsa, tapi juga penggerak ekonomi syariah dan pariwisata halal di daerah. Karya para peserta membuktikan bahwa Kepri punya potensi luar biasa,” ujar Vita.
Pemenang Lomba Vlog Pariwisata Halal MES Kepri 2025
Juara I: Fitriyani – Tanjungpinang
Juara II: Raja Dwi Setyani – Tanjungpinang
Juara III: Lili Mustakul Jannah – Bintan
Juara Favorit: Anisa Permata Sari – Natuna
Keputusan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat. Seluruh pemenang diminta segera menghubungi Sekretariat MES Kepri melalui nomor 0811770811 untuk konfirmasi dan pengambilan hadiah.
Dwi Vita menilai bahwa semangat Sumpah Pemuda kini memiliki makna baru di ranah ekonomi. Jika pada 1928 pemuda bersatu untuk kemerdekaan politik, maka kini generasi muda bersatu untuk kemandirian ekonomi yang beretika dan berkeadilan.
“Kalau dulu perjuangan melawan penjajahan fisik, sekarang perjuangan kita adalah melawan ketergantungan ekonomi dan pola hidup konsumtif. Ekonomi halal adalah jalan tengah untuk membangun kesejahteraan yang berkelanjutan,” jelas Vita, yang juga dosen STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau.
Ia menambahkan bahwa pariwisata halal bukan sekadar promosi wisata tanpa alkohol atau makanan halal, melainkan tentang menghadirkan kenyamanan, kebersihan, fasilitas ibadah, dan nilai-nilai budaya yang menghormati kearifan lokal.
Kepulauan Riau dinilai memiliki modal besar untuk menjadi pusat pariwisata halal di Indonesia. Dengan posisi geografis yang strategis, kedekatan dengan Malaysia dan Singapura, serta kekayaan budaya Melayu, daerah ini disebut sangat potensial menjadi destinasi halal unggulan.
“Pulau Penyengat adalah contoh nyata bagaimana heritage Islam dan budaya Melayu dapat dikemas menjadi wisata halal berkelanjutan,” ujar Vita.
MES Kepri terus berperan aktif menghubungkan pelaku UMKM, akademisi, pemerintah daerah, dan komunitas pemuda dalam menggerakkan ekosistem halal di Kepri.
Melalui lomba vlog ini, MES Kepri ingin mendorong para pemuda menjadi duta halal dan kreator ekonomi syariah. Karya-karya peserta menunjukkan kreativitas tinggi dalam menggabungkan nilai budaya, keindahan alam, dan pesan moral tentang gaya hidup halal.
“Pemuda harus menjadi agen perubahan. Mereka bukan hanya konsumen, tapi juga produsen nilai dan inspirasi bagi masyarakat,” tegas Vita. ***














