– Masyarakat Membuang Sampah di Laut.
TANJUNGPINANG (SK) — Indra Jaya selaku Koordinator Lapangan LSM LIDIK Kepri, mengungkapakan, Ketika dia pulang dari penyengat pada hari Sabtu, (28/11/2015), sekitar pukul 15.00 WIB, menemukan banyaknya sampah yang hanyut berserakan, seperti taman sampah yang merusak pemandangan mata dan keasrian laut Tanjungpinang.
Hal ini membuat Indra mempertanyakan kinerja Walikota Tanjungpinang, dalam menangani sampah yang banyak berserakan di laut, karena ia menilai para petugas yang membersihakan sampah belum optimal, bahkan hanya asal-asalan saja.
“Kami berharap kepada Walikota Tanjungpinang secara serius bisa mengatasi persoalan sampah terutama di laut Tanjungpinang. Keberadaan petugas pemungut sampah yang beroperasi dilaut Tanjungpinang sangat dipertanyakan kinerjanya. Bekerja secara optimal atau kerja asal saja,” ungkap Indra ketika di konfirmasi lewat pesan singkat akun Facebooknya.
Dalam hal ini, sambung Indra, yang menyebabkan Tanjungpinang gagal meraih Adipura tahun ini salah satunya adalah sampah-sampah yang berserakan di laut, Walikota belum bisa mengatasi masalah ini, program penanggulangan sampah yang sangat minim, sedangkan biaya iuran pengelolaan sampah tetap dibayar masyarakat.
“Sampah di tepi laut saja belum bisa di atasi sang walikota, program penanggulangan sampah sangat minim, sedangkan iuran sampah terus dibayar,” tukasnya.
Cika, salah satu masyarakat yang menanggapi sampah yang berserakan di tepi laut ini tidak serta merta dikarenakan belum optimalnya petugas pembersih sampah, tetapi kesadaran masyarakat juga perlu ditingkatkan, guna menangulangi sampah yang berserakan.
“Kalau menurut saya, bukan optimal gak optimalnya pekerja pengambil sampah, jadi kita harus tekankan juga pada masyarakat tentang kepedulian terhadap lingkungan. Hal itu penting, terutama bagi warga sekitar,” tulis Cika ketika berkomentar di foto unggahan LSM LIDIK Kepri di Facebook.
Sama hal dengan Cika, akun facebook milik Mas Lucky juga turut berkomentar, ia sependapat dengan apa yang dikemukakan Cika, bahwa masyarakat juga harus sadar pentingnya menjaga lingkungan.
“Itu semua bukan mutlak tanggungjawab pemerintah, masyarakat pada dasarnya juga harus mempunyai kesadaraan sendiri, kalau membuang sampah berdampak buruk. Kalau perorangan atau golongan tidak mempunyai kesadaran sendiri atas sampah, pemerintah yang aparaturnya terbatas 1 hari mau 5 X bersihkan sama saja,” begitulah ungkap akun Mas Lucky pada komentarnya.
Gagal Raih Adipura
Berita sebelumnya, Walikota Tanjungpinang H Lis Darmansyah, mengatakan, Kota Tanjungpinang gagal dalam meraih Piala Adipura tahun ini, dikarenakan Pasar dan Pelabuhan yang belum tertata dengan baik, sehingga mengurangi penilaian Tanjungpinang sebagai Kota Adipura, usai memperingati HUT Ke 44 Korpri tahun 2015, yang diselenggarakan di Gedung Aula SMPN 4, Jalan Basuki Rahmat Km.4, Tanjungpinang, Senin, (23/11/2015).
“Tahun ini Tanjungpinang gagal meraih Adipura, hal ini dikarenakan Pasar dan Pelabuhan Tanjungpinang belum tertata dengan baik dan rapi,” kata Lis Darmansyah.
Untuk sektor pasar, Lis menilai bahwa dari segi kebersihan sudah baik, namun tempat pembuangan sampah yang ada di pasar belum tertata dengan baik dan belum terklasifikasi seperti halnya tempat sampah harus dibagi menjadi dua, sampah organik dan non-organik.
“Untuk sektor pasar, kebersihan sudah lumayan baik, namun dinilai dari tempat sampah yang ada di pasar itu, belum tertata dengan baik, serta belum terklasifikasi. Seharusnya tempat sampah dibagi menjadi dua tempat, yaitu organik dan non-organik. Inilah yang mengurangi nilai kita di sektor pasar,” ungkap Lis.
Untuk sektor Pelabuhan, Lis menilai bahwa kebersihan masih belum maksimal, karena masih banyak sampah-sampah yang berserakan di laut, terutama pada waktu pagi hari.
“Selain pasar, pelabuhan juga menjadi sektor yang membuat nilai Kota Tanjungpinang meraih adipura berkurang, karena di Pelabuhan sampah masih banyak yang berserakan di laut, terutama waktu pagi yang banyak sampahnya,” ungkapnya lagi.
Dikatakan, gagalnya Tanjungpinang meraih Adipura tahun ini, Lis mengakui sebagai kelemahannya, dan ini sebagai koreksi bagi dirinya sendiri. Dia tidak ingin menyalahkan pihak-pihak yang bersangkutan, karena sudah bekerja dengan sangat baik.
”Saya tidak ingin menyalahkan pihak-pihak yang bersangkutan, mereka sudah bekerja dengan sangan baik. Anggaplah ini sebagai kelemahan saya sebagai pemimpin, ini akan saya jadikan koreksi bagi diri saya sendiri,” pungkasnya. (SK-AP/C)
LIPUTAN TANJUNGPINANG : ARIF PUTRA
EDITOR : RUSMADI

(Foto : Ist)
(Foto : Ist)
(Foto : Ist)
(Foto : Ist)
(Foto : Ist)
(Foto : Ist)







