TANJUNGPINANG (SK) — Disebabkan adanya sejarah malapetaka yang ada di laut Kota Tanjungpinang, masyarakat Tionghua di Kota Tanjungpinang hingga kini melakukan ritual sembahyang keselamatan laut, dengan mengadakan perlombaan perahu naga (Dragon boat). Hal ini disampaikan oleh Anggota DPRD Kota Tanjungpinang Fengky Fesinto, SH. MH, usai peresmian Lomba Dragon Boat, oleh Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah, di Jalan Pelantar II Kota Tanjungpinang, Kamis (16/06/2016).
“Pada tahun 70-an Kota Tanjungpinang, pernah tidak mengadakan ritual sembahyang laut, dengan tiba-tiba datanglah angin besar dari laut dengan menelan banyak jiwa. Sehingga membuat gempar Kota Tanjungpinang,” ucap Fengky Fesinto, SH. MH.
Semenjak terjadinya malapetaka yang menimpa Kota Tanjungpinang tersebut, sambung Fengky, sampai saat ini masyarakat Tionghua melakukan ritual sembahyang keselamatan laut.
“Sehingga ritual sembahyang keselamatan laut ini menjadi tradisi turun temurun masyarakat Tionghua Kota Tanjungpinang sampai anak cucu,” imbuhnya.
Selain itu, Fengky juga menjelaskan, dalam melaksanakan ritual sembahyang keselamatan laut, meskipun ada rintangan yang menghadang, masyarakat Tionghua tetap selalu semangat dan antusias dalam upacara ritual ini.
“Meskipun dengan datangnya hujan dan berbagai rintangan yang melanda saat upacara ritual itu, jika sudah masuk dengan sifatnya religius hambatan apa saja pasti akan hadapinya,” jelas Fengky.
Hal itulah, katanya, yang menjadi bukti nyata untuk sikap penghormatan terhadap keselamatan masyarakat Tionghua, sekaligus penghormatan kepada dewa yang dipuja disetiap daerah dan kampung.
“Karena pada setiap daerah atau kampung berbeda-beda dewa yang dipuja. Seperti sebelumnya, ritual sembahyang keselamatan laut yang dilakukan oleh wihara pelantar dua seminggu yang lalu,” pungkasnya. (SK-RA)













