LINGGA (SK) — Petani Desa Bukit Langkap, Kecamatan Lingga Timur, mengharapkan Pemerintah Kabupaten Lingga, untuk segera menyalurkan alat mesin pertanian (Alsintan) bantuan Menteri Pertanian (Mentan) RI, yang telah ada di Lingga sejak bulan lalu tersebut. Karena, 12 hektar sawah yang telah di cetak TNI AD, sangat sulit membajak sawah tersebut untuk lebih cepat.
Saat ini, hand tractor yang digunakan petani hanya satu unit, sehingga lima kelompok tani kami harus saling bergantian untuk meggunakannya, dan itu jelas sangat tidak efektif untuk mengejar target Mentan.
“Kami membajak dengan traktor tua berusia 20 tahun, yang merupakan bantunan program tansmigrasi pada tahun 90an lalu. Sementara, ini baru dua hektar sawah yang ditanami padi,” ungkap, Sudarmin, Kades Bukit Langkap, kepada awak media, Jumat, (11/11/2016).
Mewakili petani di desanya, Sudarmin berharap, Pemda dapat dengan segera menyerahkan alat tersebut, agar petani dapat melanjutkan pengerjaan 10 petak sawah yang belum dibajak.
“Paling tidak hand traktor yang ada di Dinas Pertanian tersebut, dapat kami gunakan secepatnya. Untuk idealnya, memang satu kelompok diakomodir dua hand traktor, namun kami siap maksimalkan alat yang sudah tersedia itu,” terangnya.
Sementara itu, lanjut Sudarmin, hand traktor serta beberapa jenis alsintan bantuan Mentan RI untuk Kabupaten Lingga, sudah diterima Dinas Pertanian dan Kehutanan (Distanhut) sekitar satu bulan lalu.
“Ada lima unit hand traktor bantuan Mentan, dan tiga unit sudah diterima Desa Sungai Besar, dan dua unit lagi masih di Dinas,” unggahnya. (SK-Pus)







