LINGGA (SK) — Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Lingga, akan merenovasi pelantar dan juga membangun jembatan Nerekeh, Desa Duara dalam waktu dekat ini. Sejumlah prioritas pembangunan di tahun ini, salah satunya adalah pembangunan Jembatan Nerekeh dan Pelantar warga Desa Duara.
“Tahun ini yang masuk prioritas, pembangunan jembatan dan pelantar masyarakat di Desa Duara,” ungkap Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman, Said Nursyahdu, melalui Kabid Bina Marga, Indra Asmara Putra, kepada awak media, baru-baru ini.
Perencanaan dan Draft Engineering Design (DED) nya, kata Indra, telah selesai semua, hanya tinggal pelaksanaannya saja. Dua item tersebut sudah masuk, tinggal pengesahan dari Provinsi.
“DED nya sudah selesai, tinggal pengesahan Provinsi saja,” terangnya.
Sementara itu, Is, salah seorang warga Desa Duara, mengaku, jembatan dan pelantar tersebut sudah lama rusak, perlu perbaikan dan perlu dibangun permanen dan beton, karena tiangnya banyak ambruk. Dan parahnya lagi, sebagian tiang yang sudah lama dibangun itu, ada yang pecah dan keropos. Sehingga, jika dilewati oleh pengendara di jembatan tersebut, merasa bergoyang.
“Masyarakat sangat berharap, jembatan ini dapat dibangun dengan beton. Saat ini, jika melintas di jembatan tersebut harus hati-hati, karena pasak kayunya sudah banyak yang longgar,” imbuhnya.
Seperti diketahui, jembatan Nerekeh adalah salah satu dari 7 jembatan di sepanjang jalur Kota Daik-Desa Musai. Namun, kondisi jembatan kayu tersebut sangat memprihatinkan dan rawan lakalantas, jika tidak diperbaiki dengan segera. Hal yang sama juga dengan pelantar masyarajat Desa Duara, Kecamatan Lingga Utara, yang juga terbuat dari kayu. (SK-Pus)







