NATUNA (SK) — Dari pasca tahun baru, hingga saat ini harga cabai rawit di Pasar Tradisional Ranai melambung tinggi. Selain menjadi komoditas utama dalam membuat masakan bagi masyarakat, ditambah belum terbiasanya menggunakan cabai bubuk. Hal ini membuat cabai segar sangat diperhatikan masyarakat.
Melambungnya harga cabai rawit di pasar membuat masyarakat risau. Gagal panen membuat pasokan cabai berkurang dan membuat harga pasaran menjadi mahal.
Titin Sirait (39) salah seorang pedagang di Pasar Ranai kepada Sijori Kepri mengaku, bahwa harga cabai rawit naik mencapai Rp. 90.000 per kilogram (KG) dari harga sebelumnya hanya Rp. 50.000 per kg.
“Kita tidak bisa berbuat banyak, karena harga cabai dari petani dan agen sudah naik, sehingga tidak ada pilihan lain untuk tidak menaikkan harga penjualan kepada konsumen,” tutur Titin Sirait, yang akrab dipanggil, Mak Qwin, di kiosnya, Selasa, (14/02/2017).
Pasokan cabai rawit dari petani sangat terbatas, sedangkan permintaan di pasar cukup tinggi, sehingga pasokan cabe rawit dari petani lokal belum mampu memenuhi kebutuhan pasar.
Hal itu berbeda dengan harga cabai merah yang harganya jauh lebih murah dari cabai rawit. Harga cabai merah hanya berkisar Rp 60.000 per Kg.
“Meskipun harga cabai rawit tinggi, namun tidak mengurangi minat masyarakat untuk membeli, dikarenakan kebutuhan pangan,” ujarnya. (SK-Nard/C)








