GESER UNTUK BACA BERITA
KEPRI

Ketua PWI Kepri : Yang Dikatakan “HOAX” Itu Jika Nilai Beritanya “NOL”

×

Ketua PWI Kepri : Yang Dikatakan “HOAX” Itu Jika Nilai Beritanya “NOL”

Sebarkan artikel ini
Ketua PWI Kepri, Ramon Damora saat menerima cendramata dari panitia pelaksana kegiatan. (Foto : Munsyi Bagus Utama/Untung)

TANJUNGPINANG (SK) — Menyikapi maraknya berita hoax di Media Sosial (Medsos) yang lagi hangat-hangatnya dibicarakan, baik di Medsos sendiri maupun dikalangan pemerintah, karena kekhawatiran dengan berkembangnya fungsi Medsos yang awalnya sebagai wadah silaturrahmi, justru sekarang menjadi ajang debat, caci maki, provokasi dan pemberitaaan yang tidak jelas sumbernya.

Ketua PWI Kepri, Ramon Damora, mengatakan, bahwa yang dikatakan berita hoax itu apabila informasi yang disampaikan tidak memiliki nilai, alias nol.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

“Dikatakan Hoak itu bila tidak punya nilai, alias nol. Tapi jika masih ada 60% kebenarannya, belum dapat kita katakan hoax, karena kebenaran manusia itu tidak ada yang final, yakni kebenaran yang masih harus diverifikasi terus-menerus,” kata Ramon, saat menjadi nara sumber di seminar yang berjudul “Peran Pers dan Citizen Jurnalis Sebagai Peredam dan Pengurai Potensi Konflik Ditengah Masyarakat”, yang digelar oleh Komunitas Aku Indonesia, di Asrama Haji, Jalan Pemuda, Tanjungpinang, Kamis, (23/02/2017).

Ramon berpendapat, bahwa untuk melihat suatu pemberitaan yang hoak atau tidak, harus melatih diri melihat sebuah persoalan, fenomena di masyarakat, peristiwa aktual, dan isu-isu sosial lainnya. Apakah itu out of context atau tidak.

“Sebaiknya melihat selalu dari sudut pandang yang lain juga. Jangan pernah kita menelan mentah-mentah suatu sudut pandang yang mainstrem,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Kepala Kebangpol Kepri, Syafri Syalisman, yang juga menjadi nara sumber, mengatakan hendaknya kita semakin bijak dan berhati-hati dalam membagikan berita, dan jangan terlalu mudah dipercaya.

“Semua tergantung kepada kita juga, karena kita sendirilah yang mencerna. Apabila kita tidak memahami apakah berita itu benar atau tidak, cukup hanya kita saja. Jangan kita share ke orang lain, karena jika ternyata itu fitnah, nanti kita juga yang menanggung dosanya,” katanya.

Dari Polda Kepri, melalui Kasubdit Cyber Creme, yang juga menjadi nara sumber menjelaskan, bahwa pembentukan Direktorat Cyber Crime ini untuk mengakomodir permasalahan yang muncul pada saat sekarang ini. Jadi dengan adanya direktorat ini diharapkan permasalahan khususnya yang menyangkut penggunanan internet media sosial dapat ditangani lebih tepat.

“Apalagi yang bisa memecah belah bangsa. Jadi, karena penggunanan internet yang luar bisa ini agak susah kita mengontrolnya, diharapkan kepada semua masyarakat untuk berpartisipasi, dengan menjadi lebih bijak menyikapi pemberitaan. Ini terpulang dari diri kita sendiri. Sekuat apapun perhatian pemerintah, agar kita menggunakan internet dengan bijak, tapi kalau kita sendiri tidak dapat menyaring informasi dengan baik, semuanya akan sia sia,” jelasnya.

Selain Ramon Damora, Syafri Syalisman, dan Kasubdit Cyber Creme, juga ada nara sumber lain, yaitu Bismar Arianto, Dekan FISIP UMRAH, dan dihadiri sekitar dua ratusan hadirin yang kebanyakan dari mahasiswa.

Komunitas Aku Indonesia ini adalah gabungan dari  organisasi Gema Kepri, Srikandi Gema dan Media bestarinews.com. (SK-MU)(SK-MU)

 

banner 200x200
Preferensi Sumber
banner 482x100