– Pengajuan Beasiswa Kuliah Anaknya Belum Terealisasi.
SIJORIKEPRI.COM, TANJUNG UBAN — Panti Pijat dan Refleksi Bakti Nusa yang berada di Tanjung Uban, berdiri sejak tahun 2001, yang dikelola Sanusi (49), kelahiran kota Bandung, yang mengalami Disbilitas (Tuna Netra).
Kepada Sijori Kepri, Sanusi mengatakan, ia menikah dengan Ita Rosita yang juga bernasib sama dengannya pada tahun 1996 akhir.
“Istri saya nasibnya sama dengan saya mas, mengalami kebutaan sejak kelas 4 SD,” ungkap Sanusi, di kediamannya, Minggu, (04/03/2018).
Kini ia memiliki 4 orang anak, dan yang paling besar bernama Nur Asyifa, yang sekarang sudah kuliah di Universitas Semarang, Jurusan Fisika Semester 6. Namun, ia tetap merestui anaknya kuliah, walaupun sebenarnya tidak sanggup untuk membiayainya.
Sanusi berharap dari pihak Pemerintah Kabupaten Bintan dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, agar dapat membantu meringankan beban perekonomian keluarganya.
“Saya pernah mengajukan bantuan beasiswa untuk perkuliahan anak saya di Semarang, melalui Lurah Tanjung Uban Selatan bapak Raja Lukman. Namun hingga kini belum ada realisasinya,” ungkap Sanusi.
Sanusi juga menceritakan, bahwa ia mengalami kebutaan sejak umur 2 tahun yang diakibatkan demam tinggi. Walaupun kondisi buta, Sanusi dapat menyelesaikan pendidikan hingga SLTA tahun 1990 di Bandung dengan belajar memakai huruf braile, dan masih mendapat ranking 5 besar di sekolahnya.
“Selepas SLTA, saya mengikuti kursus memijat di Bandung, karena kondisi saya tidak mungkin bekerja kantoran,” papar Sanusi.
Sanusi mengisahkan, awalnya ia mengontrak tempat, sampai pindah tempat 6 kali, dan sekarang alhamdulillah sudah memiliki tempat tinggal sendiri, sekalian tempat untuk usaha pijat. Ada 2 ruangan tempat pijat, untuk laki-laki, dan ada juga pijat untuk perempuan, yang akan dilayani istrinya.
Sanusi menyebutkan, praktek pijatnya sehari-hari biasanya dikunjungi 3-5 pasien, yang berasal dari Tanjung Uban, Lobam dan Teluk Sebung. Kalau ada kapal tanker yang lagi berlabuh, biasanya ada juga orang kapal yang datang dan terkadang juga ada yang mampir.
“Nomor telepon yang bisa dihubungi untuk janji pijat ditempat ataupun dipanggil ke rumah untuk wilayah Tanjung Uban, yaitu 0813-6426-6608,” sebutnya.
Ditempat yang sama, Mansyur, penduduk Tanjungpinang yang direkomendasikan temannya warga Tanjung Uban untuk refleksi ditempat itu mengatakan, Sanusi mulai menggeluti bidang ini sejak 1992-1996 di Bandung.
“Tahun 2001 hijrah ke Tanjungpinang, mengikut temannya dari Bandung,” katanya. (PS)








