Noorlizah Kukuhkan “BUNDA TAGANA ANAMBAS”

oleh
Bunda Tagana Kepri, Hj. Noorlizah Nurdin Basirun, mengukuhkan Bunda Tagana Anambas, Heriana Abdul Haris, yang ditandai dengan pemasangan selempang Tagana, saat melaksanakan Apel Penutupan Pemantapan Kesiagapan Tagana, Penobatan Bunda Tagana Anambas dan simulasi bencana, di lapangan Sulaiman Abdullah, Tarempa, Kepulauan Anambas. (Foto : Humpro Kepri)

SIJORIKEPRI.COM, ANAMBAS — Bunda Tagana Kepri, Hj. Noorlizah Nurdin Basirun, mengukuhkan Bunda Tagana Anambas, Heriana Abdul Haris, yang ditandai dengan pemasangan selempang Tagana, saat melaksanakan Apel Penutupan Pemantapan Kesiagapan Tagana, Penobatan Bunda Tagana Anambas dan simulasi bencana, di lapangan Sulaiman Abdullah, Tarempa, Kepulauan Anambas, Senin, (13/11/2017).

“Saya merasa bangga dapat bertemu langsung kepada para peserta Tagana di Anambas. Kepada Bunda Tagana Anambas yang baru saja dikukuhkan, agar pemakaian selempang bukan hanya dijadikan simbol semata, tapi bagaimana kita bisa dapat turun langsung ke lokasi bencana dan menjadi yang terdepan dalam menanggulanginya,” ujar Noorlizah.

Proses penanggulangan bencana yang saat ini masih dianggap pekerjaan yang sia-sia, tutur Noorlizah, bahwa opini-opini yang datang tersebut harus mampu dikikis dengan cara yang cerdas, dengan pendekatan keilmuan serta kegiatan yang bersifat nyata yang melekat serta melembaga.

BACA JUGA :  Noor Lizah Nurdin "BERI APRESIASI BAZAR STQ VII"

Noorlizah melanjutkan, bahwa bencana bukanlah sesuatu hal yang diharapkan, namun penanggulanannya tentu tidak bisa ditunda. Mengingat peran masyarakat belum optimal saat ini, maka diperlukan pemahaman dan tatanan yang jelas, upaya-upaya tersebut datang dari Tagana.

“Ini merupakan tugas kita bersama, bukan hanya pemerintah saja. Ditingkat masyarakat, dapat disalurkan dengan Tagana. Untuk itu, Tagana dituntut untuk selalu siap siaga sebelum maupun sesudah bencana terjadi, dan menjadi frontliner menganggulangi bencana di masyarakat,” tutup Istri Gubernur Kepri tersebut.

Sementara itu, Wakil Bupati Anambas, Wan Zulhendra, selaku Pembina Apel Penutupan Acara mengatakan, bahwa Tagana merupakan relawan sosial yang dilatih dan difasilitasi dalam penanggulangan bencana, yang diharapkan mampu menjadi bagian paling depan ditengah-tengah masyarakat dalam menanggulangi bencana.

“Tagana bukan hanya relawan biasa, namun merupakan relawan yang tanggap dan sigap dalam menanggulangi bencana. Maka, sudah sepantasnya para anggota Tagana harus memiliki sikap sosial yang tinggi, yang menjadi modal berharga dalam pelaksanaannya dilapangan nanti,” ujar Wan Zulhendra.

BACA JUGA :  Noor Lizah Nurdin : Meski Sempat Vakum "PKK KEPRI TETAP IKUTI JAMBORE NASIONAL"

Sebanyak 65 orang peserta Tagana yang mengikuti kegiatan ini yang berasal dari 7 Kecamatan di Kabupaten Anambas, yang dilaksanakan selama 3 hari pada 11-13 November 2017, yang pembukaannya langsung dibuka oleh Bupati Anambas, Abdul Haris.

Dalam Laporannya, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Anambas, Yendi, mengatakan, berbagai rangkaian kegiatan sudah dilaksanakan antara lain, Pembukaan, Materi manajemen pengungsian, layanan dampingan psikososial, Manajemen Musdalog, Manajemen logistik, Manajemen dapur umum, Praktek Rescure darat dan Praktek shelter dapur umum serta logistik. Dengan mengundang narasumber yang berasal dari Kementrian Sosial RI yakni Hartono dan Ade Hermawan, serta dari Pihak Provinsi Kepri Muhammad Tegar dan Tim outbond Marjoni.

“Ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya atas sumbangsih dari para narasumber yang memberikan materi yang dapat dijadikan bekal bermanfaat bagi para kader Tagana di Anambas ini,” ujar Yendi.

BACA JUGA :  Noor Lizah Nurdin "NOBAR FILM KARTINI"

Acara sendiri ditutup dengan penampilan simulasi bencana yang dibawakan oleh para peserta Tagana. Hadir pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Sosial Kepri, Dolly Boniara, Anggota TNI dan Polri, Organisasi masyarakat, Anggota Pramuka beserta tamu undangan lainnya. (SK-DY/Aldo)

Shares

No More Posts Available.

No more pages to load.