OPINI : Berolahraga Intensitas Ringan Saat Berpuasa

oleh
Rosyida Oktaviani, Mahasisi Universitas Negeri Malang, Fakultas Ilmu Keolahragaan. (Foto : Ist)

Sijori Kepri — Puasa Ramadhan adalah salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh setiap muslim, sebagai ibadah tahunan, sebab di dalam agam islam kita kenal ada ibadah harian, yaitu shalat wajib 5 (lima) waktu, ibadah mingguan, yaitu Shalat Jumat, ibadah tahunan, yaitu puasa sebulan penuh pada saat bulan Ramadhan .

Saat bulan Ramadhan dimana waktu umat muslim diwajibkan untuk menjalani ibadah puasa dari terbit fajar hingga tenggelamnya matahari umat muslim menahan dahaga, nafsu, dan memperbanyak ibadah. Waktu yang harus dijalankan saat berpuasa, kurang lebih selama 13 jam, pada saat berpuasa tubuh anda tidak mendapatkan suplai makanan dan minuman.

Selama berpuasa kita juga dapat berolahraga tanpa harus takut dehidrasi. Dengan berolahraga intensitas ringan, seperti berjalan, jogging, dan bersepeda. Dapat mengurangi rasa dehidrasi pada olahraga di saat puasa di banding saat beolahraga dengan intensitas tinggi. Waktu terbaik untuk melakukan olahraga disaat berpuasa adalah setelah berbuka, karena setelah berbuka tubuh mendapatkan energinya kembali dari makanan dan minuman yang di konsumsi.

Saat berpuasa yang harus diperhatikan adalah waktu berolahraga saat bulan puasa. Disarankan untuk tidak melakukan aktivitas berolahraga di siang hari ketika saat berpuasa berlangsung. Olahraga sebaiknya tidak dilakukan dengan intensitas tinggi saat berpuasa, karena saat puasa perut anda dalam keadaan kosong.

BACA JUGA  OPINI : Senam Aerobik Dapat Tingkatkan Sistem Imun di Masa Pandemi Covid-19

Pilihan waktu lainnya seperti beberapa saat menjelang berbuka puasa. Anda bisa melakukan aktivitas berolahraga 30-60 menit menjelang berbuka karena mendekati waktu makan. Sehingga tubuh dapat memenuhi asupan energi kembali.

Pada bulan Ramadhan kita tidak dianjurkan untuk berolahraga dengan intensitas tinggi dari yang biasa anda lakukan, karena ditakutkan tubuh tidak mampu melakukannya. Dengan olahraga intensitas tinggi dapat mebuat tubuh mudah untuk memproduksi kelejar keringan saat tubuh memproduksi keringat tubuh lebih banyak kehilangan cairan dari pada asupannya hal ini dapat menyebabkan tubuh mengalami dehirasi.

Dehidrasi merupakan kondisi ketika tubuh mengalami lebih banyak kehilangan cairan. Pada saat puasa kita hanya bisa melengkapi cairan tubuh pada saat waktu berbuka tiba sampai menjelang imsak. Maka dari itu, saat berpuasa kita tidak disarankan untuk melakukan olahraga dengan intensitas tinggi.

Dehidrasi dapat terjadi saat berolahraga apalagi dilakukan pada saat cuaca terik di siang hari. Untuk mencegah hal tersebut terjadi, asupan cairan ke dalam tubuh harus diperhatikan. Asupan cairan yang baik untuk tubuh adalah 1,5-2 liter per harinya. Selain itu, saat berpuasa disarankan untuk membatasi aktivitas fisik pada siang hari untuk mencegah dehidrasi terjadi.

BACA JUGA  OPINI : Bersepeda Untuk Menjaga Kesehatan di Masa Pandemi

Melakukan akivitas olahraga yang mengeluarkan banyak keringat pada siang hari saat puasa dapat menyebabkan dehidrasi karena cairan tubuh hilang melalui keringat yang keluar. Saat berpuasa hanya disarankan untuk Olahraga fisik intensitas ringan. Kadar natrium serum responden seluruhnya adalah normal, baik sebelum maupun sesudah melakukan aktivitas olahraga.

Hal selanjutnya yang harus diperhatikan yaitu konsumsi makanan penunjang energi. Saat bulan Ramadhan waktu makan juga agak berubah dibandingkan dengan hari biasanya. Porsi makan mungkin juga dapat berubah. Tetapi, usahakan tetap menjaga porsi makanan dengan jumlah yang sama seperti porsi pada hari biasanya, tidak berlebih dan juga tidak kekurangan. Pastikan kandungan makanan juga baik konsumsi makanan yang banyak mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral untuk memenuhi kebutuhan zat gizi yang diperlukan tubuh saat berolahraga.

Fungsi karbohidrat merupakan energi utama bagi tubuh. Karbohidrat juga dapat mengembalikan kadar glukosa darah yang menurun pada saat berpuasa. Dengan mengkonsumsi makan yang banyak mengandung karbohidrat kompleks serta serat (yang memiliki indeks glikemik rendah) sangat diperlukan dikarenakan untuk membantu melepaskan energi secara perlahan saat beraktivitas olahraga sehingga energi dalam tubuh tidak mudah habis.

BACA JUGA  OPINI : Bersepeda Untuk Menjaga Kesehatan di Masa Pandemi

Mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung tinggi karbohidrat saat berbuka puasa berfungsi untuk memaksimalkan cadangan glikogen otot, dan mengkonsumsi makanan yang mengandung tinggi lemak saat sahur berfungsi untuk memperlambat pencernaan sehingga perut tidak mudah kosong.

Hal terakhir agar tetap bisa olahraga saat puasa adalah memperhatikan waktu tidur. Orang dewasa memerlukan waktu tidur sekitar 7-9 jam per harinya. Waktu tidur yang kurang dapat mempengaruhi kinerja pada tubuh. Tidur siang mungkin diperlukan untuk mempertahankan kondisi tubuh tetap sehat. ***

OPINI oleh :
Nama : Rosyida Oktaviani
Mahasiswi : Universitas Negeri Malang
Fakultas : Ilmu Keolahragaan

Shares