GESER UNTUK BACA BERITA
TANJUNG PINANG

Presidium GAB: “LAM Kepri Harus Jaga Marwah Melayu”

×

Presidium GAB: “LAM Kepri Harus Jaga Marwah Melayu”

Sebarkan artikel ini
Ketua Presidium GAB, Bambang, "LAM Kepri Harus Jaga Marwah Melayu"
Ketua Presidium GAB, Bambang, "LAM Kepri Harus Jaga Marwah Melayu". (Foto : Ist)

TANJUNGPINANG – Presidium Gabungan Anak Bangsa (GAB) mengingatkan Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepulauan Riau agar tetap menjaga marwah dan nilai luhur Melayu, menyusul rencana penganugerahan Gelar Adat Datuk Laksmana kepada Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, pada Sabtu (8/11/2025).

Ketua Presidium GAB, Bambang, menyebut langkah LAM Kepri tersebut berpotensi menurunkan kehormatan adat jika gelar diberikan tanpa dasar kontribusi yang jelas terhadap daerah maupun masyarakat Melayu.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Ia menegaskan bahwa gelar adat tidak seharusnya diberikan semata karena jabatan atau kedekatan politik.

“LAM itu benteng budaya dan moral Melayu. Jangan sampai lembaga adat berubah menjadi alat seremonial yang mudah diundang setiap kali ada pejabat datang. LAM Kepri harus jaga marwah Melayu dan memberi teladan kepada masyarakat,” ujar Bambang, Rabu (5/11/2025).

Bambang juga menilai rencana penganugerahan gelar adat di tengah kondisi keuangan daerah yang sulit sebagai langkah yang tidak bijak.

Ia menyoroti bahwa APBD Kepri saat ini sedang dalam tekanan, sementara banyak program masyarakat harus dipangkas demi efisiensi.

“Kondisi APBD lagi sempit, tapi malah ada kegiatan seremonial besar yang tidak memberi manfaat langsung untuk rakyat. Ini tidak menunjukkan kepekaan sosial,” katanya.

Presidium GAB juga meminta kejelasan soal sumber dana kegiatan tersebut. Mereka menduga ada potensi penggunaan dana APBD secara tidak langsung melalui kegiatan protokoler atau dukungan instansi pemerintah.

“Kalau benar kegiatan ini dibiayai dari anggaran pemerintah, maka itu bentuk pemborosan. Ratusan juta rupiah hanya untuk acara simbolik, sementara masyarakat masih kesulitan dalam hal pendidikan dan kesehatan,” ujarnya lagi.

Bambang menegaskan, pemerintah dan lembaga adat seharusnya berfokus pada program yang berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat, bukan pada kegiatan yang hanya bersifat seremonial.

“Gubernur dan LAM Kepri harus menunjukkan kepemimpinan yang berorientasi pada rakyat, bukan mencari panggung politik. Masyarakat butuh tindakan nyata, bukan simbol,” tegasnya. ***

banner 200x200
Preferensi Sumber
banner 482x100