GESER UNTUK BACA BERITA
KEPRI

Ratusan Ton Barang Asal Malaysia “DIBONGKAR di PELABUHAN ALEK KOLONG KARIMUN”

×

Ratusan Ton Barang Asal Malaysia “DIBONGKAR di PELABUHAN ALEK KOLONG KARIMUN”

Sebarkan artikel ini
Aktivitas bongkar muat, diduga barang ilegal asal Malaysia di Pelabuhan Alek Kolong, Tanjung Balai Karimun. (Foto : Taufik)

KARIMUN (SK) — Ratusan ton barang campuran, yang diduga ilegal asal Malaysia yang di bongkar dari Kapal KLM Surya Sukses, milik salah satu pengusaha berinisial CAN, di Pelabuhan Alek Kolong, Tanjung Balai Karimun, Provinsi Kepri, Jumat, (20/01/2017), kemarin.

Aktifitas bongkar muat barang asal Malaysia ini, sering kali dilakukan di pelabuhan ini, mulai dari ukuran kapal puluhan ton hingga ratusan ton. Konon katanya barang asal Malaysia ini masuk dari Batam hingga sampai ke Karimun. Namun legalitas barang campuran asal Malaysia tersebut, sampai saat ini pihak yang berwenang belum bisa memberikan keterangan Resmi.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Hal ini disampaikan oleh Hendrik, salah satu warga yang tinggal di sekitar Pelabuhan Alek Kolong Karimun, ketika dikonfirmasi awak media online, Sabtu (21/01/2017).

“Aktifitas bongkar muat barang asal Malaysia kerap dilakukan di Pelabuhan ini. Hanya saja kita tidak tahu, sejauh mana legalitas, serta proses masuknya barang ini sampai kesini,” terang Hendrik.

Lebih jelas Hendrik mengatakan, KLM Surya Sukses ini adalah milik salah satu pengusaha terkenal berinisial CAN, yang punya gudang di Puakang.

“Kapal ini milik CAN, masuknya sekitar jam 3.00.WIB pagi Jumat, pas air pasang dan langsung dilakukan bongkar muat sampai hari ini,” kata Hendrik, yang diiyakan oleh Mulak.

Secara terpisah, Kabid PSO Raden Evi S, ketika dikonfirmasi via WA, mengatakan dirinya akan konfirmasi ke KPPBC Tanjung Balai Karimun, dan menyarankan untuk menemui Kasi P2 KPPBC, Tipe Madya Pabean B Tanjung Balai Karimun, Andi Cusna.

“Silahkan menemui Pak Andi Cusna, Kasi P2 KPPBC,” saran Raden Evi.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi melalui bagian inteligen, M Jangka, menyarankan, kalau ingin bertemu dengan Andi Cusna, nanti hari Senin saja.

“Hari Senin aja ke Kantor KPPBC Tipe Madya Pabean B Tanjung Balai Karimun,” kata M Jangka singkat.

Dari pantauan media ini, aktifitas bongkar muat KLM Surya Sukses, di Pelabuhan Alek Kolong Karimun, masih saja berlangsung hingga hari ini. Tampak dua orang petugas dari KPPBC sedang duduk mengamati proses bongkar muat barang.

Sampai berita ini diterbitkan belum ada keterangan resmi dari pihak yang berwenang Kantor KPPBC Tipe Madya Pabean B Tanjung Balai Karimun.

Karimun, Kepulauan Riau adalah salah satu tempat dengan tingkat kriminalitas penyelundupan terbesar, selain Batam. Dalam hal ini, Direktorat Bea dan Cukai sangat kelimpungan mengatasi barang-barang yang masuk secara ilegal, karena barang-barang tersebut tidak mendapat izin resmi dan bebas dari pajak.

Padahal peraturan di Indonesia setiap barang yang ada di dalam transaksi ekspor dan impor selalu dikenakan pajak. Pajak merupakan pendapatan terpenting dari suatu negara, karena dengan adanya pajak suatu negara dapat melaksanakan pembangunan.

Selain itu, penyelundupan juga tidak lepas dari sikap pemerintah pusat yang belum memperjelas mengenai Free Trade Zone. FTZ adalah daerah untuk melakukan perdagangan bebas, dan hanya barang-barang industri tertentu saja yang dikenakan pajak. Banyak para pelaku bisnis yang memanfaatkan keadaan tersebut, dengan memasok barang-barang ilegal guna mendapatkan keuntungan. (SK-FIK/C)

 

banner 200x200
Preferensi Sumber
banner 482x100