Sijori Kepri, Jakarta — Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag, Syamsul Bahri, mengatakan, dalam kunjungan Presiden Jokowi ke Uni Emirat Arab pada 2020, Putra Mahkota Syeikh Zayed secara khusus meminta 200 Imam Masjid asal Indonesia untuk ditugaskan di sana. Menindaklanjuti permintaan itu, Pemerintah Indonesia melalui Kemenag dan otoritas Uni Emirat Arab melakukan seleksi.
“Seleksi yang dilakukan pada 2020 oleh Kemenag dan dilanjutkan pada 2021 oleh Otoritas Uni Emirat Arab berhasil memilih 28 imam. Namun kemudian, 1 (satu) orang meninggal dunia dan 1 (satu) orang lagi mengundurkan diri. Sehingga ada 26 imam yang siap diberangkatkan ke Uni Emirat Arab,” kata Syamsul, di Jakarta, Jumat, (13/08/2021).
Sedangkan untuk tahun ini, lanjut Syamsul, pendaftaran dibuka pada 13-22 Agustus 2021. Seleksi akan dilakukan secara daring pada 25-27 Agustus 2021. Seleksi ini ditargetkan bisa menjaring sebanyak 74 imam, sehingga pada 2021 ini terdapat 100 imam yang siap dikirim ke Uni Emirat Arab.
“Jadi seleksinya 2 (dua) kali. Pertama oleh Kemenag yang melibatkan pakar Al Qur’an. Kedua oleh Otoritas Uni Emirat Arab. Karena pandemi Covid-19, kita laksanakan secara virtual. Pendaftaran melalui website bimasIslam.kemenag.go.id, menu Seleksi Calon Imam Masjid,” pungkas Syamsul. (R Rich)
















