GESER UNTUK BACA BERITA
TANJUNG PINANG

Proyek Pembangunan Monumen dan Museum Bahasa Indonesia Diumumkan di Malam Pembukaan KACI Festival 2025

×

Proyek Pembangunan Monumen dan Museum Bahasa Indonesia Diumumkan di Malam Pembukaan KACI Festival 2025

Sebarkan artikel ini
Proyek Pembangunan Monumen dan Museum Bahasa Indonesia Diumumkan di Malam Pembukaan KACI Festival 2025
Proyek Pembangunan Monumen dan Museum Bahasa Indonesia Diumumkan di Malam Pembukaan KACI Festival 2025. (Foto : Ist)

TANJUNGPINANG – Pengumuman penting mengenai pembangunan Monumen dan Museum Bahasa Indonesia di Pulau Penyengat menjadi salah satu sorotan utama pada Malam Pembukaan Kepri Art & Culture International (KACI) Festival 2025. Agenda ini disampaikan di tengah kemeriahan acara yang dihadiri ribuan masyarakat dan berlangsung di pelataran Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri, Selasa (25/11/2025).

Pengumuman tersebut dilakukan langsung oleh Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad bersama Wakil Menteri Kebudayaan RI Giring Ganesha serta Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Penyampaian rencana pembangunan ini sekaligus menjadi penanda awal dimulainya proyek besar yang mengangkat kembali nilai historis Pulau Penyengat sebagai pusat lahirnya bahasa Melayu yang kemudian berkembang menjadi Bahasa Indonesia.

Dalam sambutannya, Gubernur Ansar Ahmad menegaskan bahwa pembangunan monumen dan museum ini memiliki makna yang sangat penting bagi masyarakat Kepri maupun bagi perkembangan budaya nasional.

Ia menilai keberadaan monumen ini akan menjadi pengingat bahwa Kepri memiliki kontribusi besar dalam perjalanan sejarah Bahasa Indonesia.

β€œPulau Penyengat berperan sangat besar dalam perjalanan bahasa Melayu yang kemudian menjadi Bahasa Indonesia. Monumen Bahasa yang akan kita bangun nanti setinggi 60 meter ini akan menjadi simbol kebanggaan dan pengingat betapa besarnya kontribusi Kepri terhadap peradaban bangsa,” tegasnya.

Rencana pembangunan monumen setinggi 60 meter ini juga diharapkan menjadi ikon baru yang memperkuat identitas budaya Kepri sekaligus menarik minat wisatawan.

Selain monumen, pembangunan Museum Bahasa Indonesia juga menjadi bagian dari proyek besar di Pulau Penyengat. Museum ini dirancang sebagai ruang edukasi yang menyajikan perjalanan panjang bahasa Melayu hingga menjadi Bahasa Indonesia, serta menjadi pusat informasi sejarah linguistik bagi pelajar, peneliti, dan wisatawan.

Wakil Menteri Kebudayaan RI Giring Ganesha dalam sambutannya menekankan bahwa proyek kebudayaan seperti ini bukan hanya sekadar memperkuat warisan budaya, tetapi juga berdampak langsung pada ekonomi kreatif dan kesejahteraan masyarakat.

β€œDaerah yang melestarikan kebudayaan, pariwisatanya pasti meningkat, ekonomi kreatifnya berkembang, dan kebahagiaan warganya juga bertambah. Apa yang dilakukan Pak Gubernur melalui festival ini adalah langkah visioner yang harus kita dukung bersama,” ujar Giring.

Pengumuman pembangunan monumen dan museum ini dilakukan di tengah berlangsungnya ragam pertunjukan seni seperti parade budaya, Tari Kolosal Makyong, Tari Kolosal Dongkang, serta penampilan band Wali yang menjadi puncak malam pembukaan. Ribuan masyarakat yang hadir menyambut antusias kabar tersebut sebagai upaya besar pemerintah daerah dalam merawat sejarah budaya Melayu.

Festival yang berlangsung hingga 29 November 2025 ini menjadi momentum efektif untuk memperkenalkan kembali nilai-nilai sejarah dan budaya Kepulauan Riau kepada masyarakat nasional maupun internasional. ***

banner 200x200
Preferensi Sumber
banner 482x100