TANJUNGPINANG β Kepulauan Riau Ramadhan Fair (KURMA) 2026 bukan sekadar agenda tahunan bernuansa Ramadhan. Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau memposisikannya sebagai instrumen strategis untuk menggerakkan ekonomi umat sekaligus memperkuat peran pelaku UMKM di daerah.
Hal ini ditegaskan Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, saat memimpin rapat persiapan pelaksanaan KURMA 2026 di Gedung Daerah Provinsi Kepulauan Riau. Pemerintah ingin momentum Ramadhan dimanfaatkan sebagai ruang konsolidasi ekonomi rakyat yang nyata.
Dalam arahannya, Ansar menekankan bahwa KURMA dirancang untuk memberi dampak langsung terhadap perputaran ekonomi masyarakat.
βKURMA harus menjadi penggerak ekonomi umat. Kita ingin 500 UMKM yang terlibat benar-benar merasakan dampak perputaran ekonomi selama Ramadhan. Di saat yang sama, masyarakat juga mendapatkan kemudahan mengakses layanan pemerintah dalam satu kawasan yang tertata dan nyaman,β ujar Ansar.
Secara konsep, KURMA 2026 dirancang sebagai event terpadu yang menggabungkan bazar UMKM, pelayanan publik, edukasi ekonomi syariah, promosi pariwisata, hingga kegiatan religi dalam satu ekosistem Ramadhan.
Rangkaian kegiatan telah diawali dengan Bazar Ramadhan sejak 20 Februari hingga 14 Maret 2026. Pembukaan resmi dijadwalkan berlangsung pada 2 Maret 2026 di One Batam Mall, Kota Batam, sementara penutupan akan digelar pada 8 Maret 2026 di Kawasan Gurindam Dua Belas, Tanjungpinang.
Melalui konsep ini, pemerintah daerah ingin memastikan bahwa aktivitas ekonomi, pelayanan, dan syiar Ramadhan berjalan secara terintegrasi.
Keterlibatan sekitar 500 UMKM dalam KURMA 2026 menjadi fokus utama pemerintah. Event ini diharapkan mampu membuka peluang pasar, memperluas promosi produk lokal, serta meningkatkan literasi keuangan pelaku usaha.
Selain bazar, pelaku UMKM juga mendapat dukungan melalui layanan sertifikasi halal, edukasi keuangan dari Bank Indonesia dan OJK Kepri, hingga akses layanan perbankan yang dihadirkan langsung di lokasi kegiatan.
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menilai pendekatan terpadu ini penting untuk memperkuat ekosistem ekonomi umat selama Ramadhan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
βMelalui KURMA 2026, kita ingin menghadirkan Ramadhan yang tidak hanya khusyuk secara spiritual, tetapi juga berdampak secara ekonomi. Inilah bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dalam membangun ekonomi umat sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat,β tutup Ansar. ***














