JAKARTA – Pulau Penyengat tidak hanya diproyeksikan sebagai kawasan pelestarian sejarah, tetapi juga disiapkan untuk mengalami penataan besar-besaran yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat dan kebutuhan wisatawan.
Gagasan tersebut menjadi salah satu fokus yang disampaikan Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, saat bertemu Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas RI, Rachmat Pambudy, di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Selasa, 10 Juni 2026.
Dalam audiensi itu, Ansar memaparkan berbagai rencana pembangunan yang telah dirancang dalam Masterplan Kawasan Cagar Budaya Pulau Penyengat.
Berbeda dari sekadar pelestarian situs bersejarah, penataan yang diusulkan mencakup penguatan infrastruktur dasar, fasilitas publik, kawasan permukiman, hingga pengembangan sektor pendukung pariwisata.
Salah satu program yang menjadi perhatian adalah perbaikan pelantar Pulau Penyengat dan Pelantar Kuning yang selama ini menjadi jalur penting aktivitas masyarakat dan wisatawan menuju kawasan tersebut.
Selain itu, pemerintah daerah juga mengusulkan penataan sarana kesehatan, pendidikan, peribadatan, serta kawasan komersial untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Aksesibilitas kawasan juga menjadi bagian penting dari rencana yang dipaparkan Ansar. Karena itu, pembangunan jalan lingkar timur dimasukkan sebagai salah satu proyek strategis yang diharapkan dapat memperkuat konektivitas di Pulau Penyengat.
Tidak berhenti pada infrastruktur transportasi, pemerintah juga mengusulkan pembangunan pelabuhan khusus kargo, kantung parkir, charging station, serta peningkatan kapasitas SWRO untuk mendukung kebutuhan dasar masyarakat.
Di sektor lingkungan, penataan dilakukan melalui pembangunan drainase, IPAL komunal, sistem pengelolaan persampahan, hingga penyediaan peralatan pemadam kebakaran guna meningkatkan kualitas kawasan secara menyeluruh.
Sementara itu, perlindungan kawasan pesisir juga menjadi perhatian melalui usulan pembangunan talud dan breakwater yang diharapkan dapat mendukung keberlanjutan lingkungan Pulau Penyengat.
Ansar juga memasukkan pembangunan area camping ground sebagai bagian dari upaya memperluas daya tarik wisata, sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat berbasis sektor pariwisata.
Tidak hanya kawasan publik, perhatian juga diberikan kepada masyarakat melalui program perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) yang masuk dalam daftar usulan penataan kawasan.
Mengawali pertemuan, Ansar menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan Menteri Bappenas beserta jajaran. Ia kemudian memaparkan berbagai program pembangunan yang telah dirancang dalam masterplan kawasan tersebut.
Menanggapi pemaparan itu, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menyambut baik berbagai usulan yang diajukan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.
Ia menyatakan komitmennya untuk mendukung percepatan pembangunan dan penataan Kawasan Pulau Penyengat sebagai salah satu kawasan bersejarah dan strategis nasional.
Audiensi tersebut diharapkan menjadi langkah penting untuk mempercepat transformasi Pulau Penyengat menjadi kawasan budaya yang lebih tertata, nyaman, dan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat tanpa kehilangan nilai sejarah yang dimilikinya. ***














