TANJUNGPINANG – Poltekkes Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Tanjungpinang terus mendorong transformasi digital dalam promosi kesehatan melalui program Digitalisasi PDIA (Peer Education Ibu Hamil) No Anemia No Stunting Tahun 2026. Langkah tersebut dilakukan dengan membekali kader Posyandu keterampilan memanfaatkan teknologi digital sebagai media edukasi kepada masyarakat.
Program yang dilaksanakan di Kampus Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang pada Jumat, 3 Juli 2026 itu melibatkan kader Posyandu dari wilayah kerja Puskesmas Kampung Bugis dan mendapat dukungan dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kepulauan Riau.
Melalui program tersebut, Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang berupaya mengubah pola promosi kesehatan yang selama ini didominasi penyuluhan tatap muka menjadi lebih adaptif dengan perkembangan teknologi informasi.
Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang, Bdn. Fidyah Aminin, SST., M.Kes, mengatakan transformasi digital menjadi bagian penting dalam memperkuat pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan.
“Kami ingin kader kesehatan tidak hanya memiliki kemampuan memberikan penyuluhan secara tatap muka, tetapi juga mampu memproduksi media edukasi digital yang menarik, akurat, dan mudah dipahami masyarakat. Dengan demikian, pesan-pesan tentang pencegahan anemia dan stunting dapat menjangkau lebih banyak sasaran secara berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam pelatihan tersebut, kader Posyandu dibekali kemampuan membuat infografis menggunakan Canva, memproduksi video edukasi melalui CapCut, menyusun komunikasi kesehatan digital, serta memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi kesehatan.
Menurut Fidyah Aminin, pemanfaatan teknologi digital memungkinkan pesan-pesan kesehatan disampaikan secara lebih efektif, menarik, dan mudah diakses oleh masyarakat. Dengan demikian, kader Posyandu diharapkan mampu menjadi agen edukasi yang mengikuti perkembangan pola komunikasi di era digital.
Kolaborasi antara Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang, Diskominfo Provinsi Kepulauan Riau, dan Puskesmas Kampung Bugis diharapkan dapat mempercepat transformasi promosi kesehatan berbasis teknologi sekaligus memperkuat upaya pencegahan anemia pada ibu hamil dan stunting di masyarakat.
Program Digitalisasi PDIA juga diproyeksikan menjadi model pengabdian kepada masyarakat yang dapat direplikasi di berbagai daerah sebagai bagian dari dukungan menuju Indonesia Emas 2045. ***
















