GESER UNTUK BACA BERITA
BINTAN

BRIKOLA Masuk Program P5 Kurikulum Merdeka, Ini Manfaatnya bagi Siswa

×

BRIKOLA Masuk Program P5 Kurikulum Merdeka, Ini Manfaatnya bagi Siswa

Sebarkan artikel ini
Siswa SDN 002 Seri Kuala Lobam mengikuti program BRIKOLA dalam kegiatan P5 Kurikulum Merdeka.
BRIKOLA Masuk Program P5 Kurikulum Merdeka, Ini Manfaatnya bagi Siswa. (Foto : Ist)

BINTAN – Program BRIKOLA (Briket dari Limbah Kelapa) di SDN 002 Seri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan, tidak hanya mengajarkan cara mengolah limbah menjadi bahan bakar alternatif. Inovasi tersebut juga menjadi bagian dari Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam penerapan Kurikulum Merdeka untuk membentuk karakter dan keterampilan siswa.

Melalui program ini, peserta didik diajak belajar secara langsung di luar pembelajaran konvensional. Mereka terlibat dalam seluruh proses pembuatan briket, mulai dari mengumpulkan limbah kelapa, mencampur bahan menggunakan perekat alami, mencetak, hingga menjemur briket sebelum siap digunakan.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Kepala SDN 002 Seri Kuala Lobam, Suharyanto, mengatakan BRIKOLA diintegrasikan ke dalam P5 dengan tema Gaya Berkelanjutan agar siswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih nyata sekaligus memahami pentingnya menjaga lingkungan.

“Proses ini melatih motorik, kerja sama tim, dan rasa tanggung jawab mereka terhadap lingkungan. Mereka tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi belajar dari alam dan untuk alam,” ujar Suharyanto saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat, 10 Juli 2026.

Menurutnya, pembelajaran melalui BRIKOLA memberikan manfaat yang lebih luas dibanding sekadar menghasilkan produk briket. Siswa diperkenalkan pada cara memanfaatkan limbah yang selama ini dianggap tidak bernilai menjadi produk yang memiliki manfaat dan potensi ekonomi.

Selain itu, kegiatan tersebut juga mendorong tumbuhnya sikap peduli terhadap lingkungan sejak usia dini. Siswa diajak memahami bahwa limbah tempurung dan sabut kelapa yang banyak ditemukan di sekitar tempat tinggal mereka dapat dimanfaatkan secara lebih produktif daripada dibakar atau dibiarkan menumpuk.

Suharyanto menegaskan bahwa melalui pendekatan pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning), siswa memperoleh pengalaman belajar yang menggabungkan aspek sains, kepedulian lingkungan, hingga dasar-dasar kewirausahaan.

“Kami ingin anak-anak sejak dini memahami bahwa sampah atau limbah bukanlah sesuatu yang tidak berguna. Lewat BRIKOLA, mereka belajar sains, kepedulian lingkungan, sekaligus dasar-dasar kewirausahaan. Mereka melihat langsung bagaimana limbah kelapa di sekitar rumah mereka bisa diubah menjadi briket yang punya nilai jual dan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Melalui implementasi P5 tersebut, SDN 002 Seri Kuala Lobam berharap para siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga memiliki karakter, keterampilan, serta kepedulian terhadap lingkungan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. ***

banner 200x200
Preferensi Sumber
banner 482x100