,

Terungkap, Pengakuan Pria Tega Aniaya Anak 2 Tahun Viral di Medsos

oleh
Pelaku kasus pemukulan anak yang videonya viral di Media Sosial (Medsos), diamankan Jajaran Polresta Tangerang, Polda Banten. (Foto : Ist)

– Pelaku Terancam 5 Tahun Penjara.

Sijori Kepri, Tangerang — Tak menunggu waktu lama, setelah video penganiayaan dengan cara memukul perut anak di bawah umur inisial ZM (2) viral di Media Sosial (Medsos), pelaku berinisial ASD (27) langsung diringkus Jajaran Polresta Tangerang, Polda Banten, Senin, (15/03/2021).

Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro, mengatakan, antara korban ZM dengan tersangka ASD memiliki kedekatan. Sebab, bibi korban merupakan kekasih tersangka.

“Pada saat kejadian, tersangka menjemput bibi korban untuk diantar ke tempat kerja. Pada saat itu, korban turut diajak dengan alasan akan diajak bermain,” kata Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro, dalam konferensi pers di Mapolresta Tangerang, Selasa, (16/3/2021).

Wahyu menambahkan, usai mengantar bibi korban ke tempat kerja, tersangka membawa korban ke kediaman tersangka ASD di wilayah Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang. Di rumah tersangka, korban sempat diajak bermain oleh tersangka.

Di rumah tersangka, ada juga keponakan tersangka yang seusia dengan korban. Maka korban dan keponakan tersangka bermain sedangkan tersangka tidur.

BACA JUGA :  Sejumlah OKP Lingga “TOLAK BUPATI MUNDUR”

“Beberapa saat kemudian, korban menangis karena ingin buang air besar. Setelahnya, korban masih menangis, dibujuk oleh tersangka dengan dipinjami ponsel, namun ponsel itu dilemparkan korban,” terang Wahyu.

Tersangka pun kemudian emosi kepada korban, ditambah beberapa saat sebelumnya tersangka juga sempat cekcok dengan pacar tersangka, yang tak lain adalah bibi korban.

Tersangka pun kemudian melakukan penganiayaan kepada korban beberapa kali sambil merekamnya dengan ponsel milik tersangka.

Dikatan Wahyu, bahwa dari hasil pemeriksaan, terdapat 5 (lima) video yang dibuat tersangka saat menganiaya korban. Kelima video itu menunjukkan kekerasan yang dilakukan tersangka.

Berdasarkan rekaman dari 5 (lima) video itu, tersangka berkali-kali memukul korban di bagian dada, perut, dan areal kelamin dengan tangan, sikut, dan tumit kaki.

Wahyu menambahkan, penganiayaan dengan pemukulan di rekam tersangka sebanyak 5 (lima) kali video, mulai dari yang berdurasi 1 menit 51 detik, 3 menit 29 detik dan banyak lagi. Jika dihitung, maka tersangka melakukan pemukulan dengan kepalan tangan, siku tangan, tumit kaki hingga tendangan lebih kurang sebanyak 35 kali.

BACA JUGA :  Polis Ringkus 7 Tersangka Pengeroyokan, Korban Alami Luka Robek

“Motif tersangka merekam aksi penganiayaan sebagai efek jera. Bila korban menangis lagi, maka video itu akan ditunjukkan tersangka kepada korban,” ucap Wahyu.

Selang beberapa hari, pacar tersangka yang tak lain adalah bibi korban meminjam ponsel tersangka. Saat membuka ponsel tersangka, bibi korban menemukan video kekerasan itu.

Diam-diam, bibi korban mengirimkan video itu ke ponsel miliknya. Tersangka yang kemudian tahu aksinya diketahui, buru-buru menghapus video itu di ponselnya.

Bibi korban pun memberitahukan peristiwa itu ke ibu kandung korban. Kemudian, ibu kandung korban membuat laporan ke Polresta Tangerang.

“Keluarga korban membuat laporan pada Senin, 15 Maret 2021. Saat itu juga tersangka kami amankan,” terang Wahyu.

Saat ini, tersangka menjalani pemeriksaan intensif di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal Polresta Tangerang Polda Banten. Sementara korban dalam perlindungan keluarga.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 80 ayat (1) dan ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

BACA JUGA :  200 Hektar Lahan Kebun Kurma “DISIAPKAN di BINTAN”

Pada kesempatan itu, Wahyu mengingatkan masyarakat agar tidak menyebarluaskan video tersebut.

Sementara itu, Direskrimum Polda Banten, Kombes Pol Martri Sonny, mengatakan, Direskrimum Polda Banten akan membantu melakukan pendampingan terhadap proses penyidikan yang dilakukan oleh Polresta Tangerang. Kata Martri, saat ini masih banyak hal-hal lain yang harus didalami.

“Ini perlu pendalaman, kemungkinan ada hal lain atau keterlibatan yang lain harus didalami dulu,” tandasnya. (MM)

Shares

No More Posts Available.

No more pages to load.