LINGGAWISATA BUDAYA

Tugu Katulistiwa Tidak Terawat

×

Tugu Katulistiwa Tidak Terawat

Sebarkan artikel ini

LINGGA (SK) — Tugu Katulistiwa, yang merupakan titik nol bumi milik Kabupaten Lingga, yang terletak di Tanjungjung Teludas, Desa Mentuda, Kecamatan Lingga, saat ini sangat tidak terawat, bagaimana tidak Tugu Katulistiwa yang juga menjadi salah satu Objek wisata tersebut, dipenuhi semak belukar dan lantai keramiknya telah retak, dan perlu kiranya perhatian serius dari Pemerintah Daerah.

Pantauan rekan media dilapangan, Tugu yang dibangun oleh Pemkab Lingga 5 tahun lalu tersebut, selain, ditutupi semak belukar dan lantai keramik yang telah retak, beberapa logo Kabupaten Lingga yang mengelilingi bangunan tugu tersebut juga banyak yang lepas, bahkan Pemerintah setempat melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Lingga, telah menarik sejumlah petugas penjaga objek wisata tersebut, dengan alasan tidak sanggup membiayai honor para petugasnya.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Ari, Salah seorang wisatawan yang datang berkunjung ke Tugu Katulistiwa tersebut, merasa kecewa dan prihatin setelah melihat Tugu Katulistiwa tersebut, seharusnya Pemerintah Daerah menjaga tugu yang tidak banyak terdapat di daerah lain, kecuali daerah tertentu saja, dan itu salah satu ke istimewaannya.

BACA JUGA :  Tahun 2017 "AKSES ke TUGU KATULISTIWA" di Tingkatkan

“Sangat disayangkan, Tugu ini sekarang tak terawat lagi,” ungkapnya, Rabu (30/12/2015).

Lain lagi dengan Hamid, salah seorang pemilik transportasi laut yang melayani objek wisata Tugu Katulistiwa, menuturkan, sejak 4 bulan terakhir Tugu Katulistiwa tersebut telah tidak lagi dijaga.

“Sudah 4 bulan tidak dijaga, menurut informasi Pemerintah Daerah sudah tidak sanggup lagi menggaji para honorer,” ujarnya.

BACA JUGA :  Tahun 2017 "AKSES ke TUGU KATULISTIWA" di Tingkatkan

Seminggu sebelumnya, kata Hamid, ada tim yang datang untuk membuka akses darat dari pelabuhan Sungai Tenam menuju Tanjung Teludas, kebetulan saat itu dirinya yang memandunya.

“Saya kurang mengetahuinya dari mana, mungkin dari Dinas PU Lingga, jika jalan ini telah di buka, objek wisata ini tentu akan ramai yang mengunjunginya, apalagi kalau pelabuhannya sudah aktif jadi pelabuhan domestik,” imbuhnya. (SK-Pus)